UMP Buka Peluang Wisata Kambing Perah di Selomanik

  • 17 Nov 2025 20:30 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Pengembangan kambing perah mulai disiapkan sebagai salah satu unggulan baru di Agro Edu Wisata Desa Selomanik, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo. Inisiatif ini muncul dalam rangkaian launching Agro Edu Wisata Kelapa Kopyor Berkemajuan yang digelar Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersama PCM Kaliwiro dan Pemerintah Desa Selomanik, Kamis (13/11/2025).

Meski peluncuran wisata edukasi ini berangkat dari komoditas kelapa kopyor, UMP menegaskan adanya program lanjutan yang menempatkan kambing perah sebagai elemen penting dalam diversifikasi atraksi wisata sekaligus penguatan ekonomi warga.

Wakil Rektor IV UMP, Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, Ph.D., menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan pendampingan untuk pengembangan ternak kambing perah sebagai bagian dari paket wisata dan edukasi.

Ia menambahkan bahwa wisata kambing perah dapat menjadi ruang belajar baru bagi masyarakat maupun wisatawan, sekaligus membantu desa membangun sektor peternakan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.

“Selomanik memiliki kondisi alam yang sangat indah dan potensial,” ujarnya.

Menurutnya, program ini dapat berjalan bila didukung oleh kesiapan sarana dan SDM desa. Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antarelemen masyarakat.

“Semua elemen masyarakat harus kompak, dari BUMDes, NU dan Muhammadiyah, harus berkolaborasi. Selomanik hanya bisa maju kalau semua elemen berjalan bersama,” ucapnya.

Dalam acara yang sama, Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Wonosobo, Ir. Dwiyama Satyani Budyayu, M.Si., menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci berkembangnya wisata agro, termasuk subsektor peternakan yang mulai dipersiapkan desa.

“Muhammadiyah mengajak masyarakat membentuk desa yang memadukan tiga unsur itu. Selomanik dipilih karena punya potensi besar yang bisa dikembangkan menjadi model di desa-desa lain,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pengembangan atraksi wisata, baik kelapa kopyor maupun peternakan kambing perah, dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat, terutama dalam pengolahan, tampilan proses produksi, hingga edukasi kepada pengunjung.

Peneliti kelapa kopyor, Prof. Sisunandar, Ph.D., yang turut hadir, menyoroti perlunya konsistensi program desa agar keberlanjutan ekonomi tetap terjaga. Meski fokus utama risetnya pada kelapa kopyor, ia mendukung penguatan sektor lain termasuk peternakan yang dapat memperluas sumber penghidupan masyarakat.

“Jangan sampai pergantian kepala desa menghentikan program. Bibit kelapa kopyor ini saya buat dua tahun. Kita perlu komitmen bersama yang kuat agar program bisa berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

BUMDes Selomanik akan menjadi pengelola utama Agro Edu Wisata, termasuk rencana integrasi wisata kelapa kopyor dengan wahana edukasi kambing perah. Harapannya, desa memiliki lebih dari satu tumpuan ekonomi, sehingga ketahanan pendapatan warga tetap stabil meski sektor wisata menghadapi fluktuasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....