Satyaesa Farm Hadirkan Pengalaman Unik bagi Para Pengunjung
- 04 Nov 2025 09:45 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Sebuah destinasi wisata unik hadir di tengah kota Purwokerto, Banyumas. Satyaesa Farm, sebuah peternakan terpadu yang terletak tepat di bagian belakang GOR Satria Purwokerto kini banyak diminati oleh masyarakat karena menawarkan pengalaman berinteraksi langsung dengan hewan ternak yang ada di sana.
Sugiyatno, selaku pengelola dari tempat tersebut mengatakan bahwa Satyaesa Farm berangkat dari peternakan biasa yang kemudian mendapat respons positif dari masyarakat.
“Diawali dengan kegiatan peternakan biasa, kemudian respons masyarakat cukup tinggi di area Banyumas ini. Maka kami jadikan semacam wahana wisata edukasi. Tujuannya untuk memenuhi salah satu kurikulum di sekolah, seperti outing class dengan kegiatan pengenalan hewan ternak, bercocok tanam, dan memanen hasil pertanian,” ujar Sugiyatno kepada RRI, Senin (3/11/2025).
Peternakan yang berdiri sejak 20 November 2021 saat ini memelihara kambing dan domba sebanyak 250 ekor, dengan 47 ternak di antaranya merupakan hewan titipan dari masyarakat.
Jenis yang dipeliharanya pun sangat beragam, mulai dari domba jenis dorper, texel, merino, dan ekor besar. Kemudian, terdapat kambing jenis, jawa randu, etawa, dan sapera.
Bagi masyarakat yang ingin menitipkan hewan ternaknya di tempat tersebut nantinya akan dikenakan biaya sebesar Rp140 ribu rupiah per bulannya.
Pengunjung pun tidak perlu merogoh saku untuk membayar tiket masuk, pihak pengelola tidak menarik biaya bagi masyarakat yang ingin datang. Namun, apabila mereka ingin merasakan pengalaman memberikan makan pada hewan ternak, mereka akan dikenakan biaya sebesar 2 ribu rupiah untuk membayar satu ikat rumput dan 4 ribu rupiah untuk sebotol susu.

Setiap harinya, Satyaesa Farm beroperasi mulai jam tujuh pagi hingga pukul 5 sore. Beragam potensi ekonomi juga dihasilkan dari hadirnya peternakan tersebut. Sugiyatno menyampaikan bahwa terdapat produk olahan yang dibuat, yakni berupa pupuk organik dari kotoran ternak, susu kambing, dan warung sate kambing yang membuka jasa aqiqah.
Sugiyatno berharap peternakan miliknya dapat bermanfaat bagi setiap pihak yang terlibat di dalamnya.
“Harapannya bisa bertambah maju, ke depan ingin punya unit pengelolaan pasca panen supaya bisa memenuhi target kami dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan. Di samping itu, produk yang kami hasilkan dapat bermanfaat untuk masyarakat umum,” tutur Sugiyatno.
Salah satu pengunjung yang datang, Kenza (22) dari Cilacap mengapresiasi adanya wisata edukasi tersebut. Menurutnya, Satyaesa Farm sebagai wisata edukasi terbilang cukup menarik bagi masyarakat sekitar.
“Unik tempatnya karena berada di tengah kota, kemudian kita juga bisa berinteraksi dengan hewan ternak secara langsung, itu yang bikin tempat ini menarik selain karena biaya masuknya yang gratis,” ujar Kenza kepada RRI.
Peternakan terpadu yang telah berdiri sejak empat tahun lalu kini berencana menambah beberapa hal baru guna mendukung kemajuan wisata edukasi. Mulai dari pembangunan akses pintu masuk yang lebih baik, pembuatan kolam pemancingan ikan, perkebunan sayur, dan sebagainya. (Arief Muzakki).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....