Bisik Serayu Festival 2025 Suguhkan Kolaborasi Seni Dunia
- 24 Agt 2025 10:45 WIB
- Purwokerto
KBRN, Purwokerto : Festival seni budaya Bisik Serayu kembali digelar tahun ini dengan semarak pada 23-24 Agustus 2025 di Joglo Gayatri, Kaliori, Banyumas. Acara yang memasuki tahun kedua ini menghadirkan ratusan seniman dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Acara dibuka dengan penampilan tari dan kesenian dari sanggar Banyumas hingga Makassar. Kemudian dilanjutkan dengan puncak prosesi Labuhan Lengger Gethek, sebuah proses larung sebagai simbol tolak bala dan penghormatan terhadap Sungai Serayu, yang dipimpin seniman legendaris Banyumas, Rianto.
Rianto menjelaskan bahwa di tahun ini, Bisik Serayu Festival diikuti hingga 386 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, hingga mancanegara, seperti Jepang, Argentina, Meksiko, Singapura, dan Spanyol. Beragam pertunjukan digelar, mulai dari tari tradisional, klasik, kontemporer, musik modern, musik tradisi, hingga teater kethoprak Banyumasan.
“Ini dari komunitas yang ada di wilayah Banyumas dan juga ada beberapa komunitas di luar Banyumas. Terus ada dari luar negeri, ada lima negara, Dewan Darudance Company Jepang, Argentina, Meksiko, Singapura, dan Spanyol. Berarti total untuk pesertanya 386.” jelasnya pada Sabtu (23/08/2025).
Persiapan BSF memakan waktu lebih dari enam bulan dengan melibatkan banyak komunitas seni. Festival ini menjadi wadah pertemuan berbagai ekspresi seni, baik lokal maupun internasional.
Produser Bisik Serayu Festival 2025, Abdul Azis Rasjid, menyampaikan bahwa keberlangsungan BSF didukung oleh berbagai pihak, termasuk sponsor dan media, seperti Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Jawa Tengah serta Indonesia Kaya.
Aziz berharap penyelenggaraan festival ini dapat memberikan pengalaman berharga bagi masyarakat Kaliori, khususnya anak-anak, untuk merasakan keberagaman kesenian dari Indonesia hingga mancanegara. Bisik Serayu Festival tidak hanya menjadi ajang seni, tetapi juga ruang interaksi budaya lintas bangsa yang memperkaya khazanah kebudayaan Banyumas.
“Karena digelar di tengah perkampungan, saya berharap festival ini memberi pengalaman berharga bagi masyarakat Kaliori, terutama anak-anak, agar bisa merasakan keberagaman kesenian dunia.” kata Azis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....