Festival Gunung Slamet Resmi Dibuka
- 05 Jul 2025 07:27 WIB
- Purwokerto
KBRN, Purbalingga Festival Gunung Slamet (FGS) ke-8 tahun 2025 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, Jumat (4/7/2025), di kompleks Objek Wisata Desa Lembah Asri (DLAs) Serang, Kecamatan Karangreja. Pemerintah Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya menjadikan FGS sebagai agenda tahunan yang terus tumbuh dan berkelanjutan.
“Pemerintahan Fahmi-Dimas berkomitmen terus menyelenggarakan FGS seterusnya, lebih baik lagi, agar nama Purbalingga makin dikenal luas. Serang ini akan kita dorong menjadi seperti Batu Malang,” tegas Dimas dalam sambutannya.
Wabup juga memastikan FGS tahun depan bakal digelar lebih meriah dengan menghadirkan lebih banyak artis dan memperluas partisipasi pelaku usaha. Ia mengapresiasi kehadiran booth UMKM dan desa wisata yang dinilainya memberi dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat.
FGS menjadi salah satu event unggulan pariwisata Jawa Tengah yang berasal dari Purbalingga. Setelah tahun lalu masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), tahun ini FGS kembali terpilih sebagai satu dari 110 event nasional terkurasi oleh Kementerian Pariwisata RI.
Mengusung tema The Royal Journey, festival dibuka dengan bersih desa, kenduri, dan Senam Happy. Pada sore dan malam hari dilanjutkan dengan pentas seni desa wisata lingkar Slamet, ngopi bareng Komunitas Kopi Purbalingga, dan munajat bersama Gandrung Nabi serta Gus Mohammad Luqman.
“Jangan lupa ikut nanti malam, ya. Di tempat yang sejuk dan syahdu ini akan ada pengajian. Hatinya pasti semakin tentram. Dan hari Sabtu kita rayakan pesta pora budaya,” ajak Dimas kepada masyarakat.
Hari Sabtu (5/7) akan dimeriahkan berbagai tradisi budaya, termasuk pengambilan air suci dari Tuk Sikopyah, kirab budaya, ruwat bumi, dan pembagian air suci. Juga akan digelar makan bersama 8.888 nasi 3G (Gundil, Gandul, Gereh) yang ditargetkan memecahkan rekor MURI dan dunia. Malam harinya, panggung Akustik Kabut Lembut menampilkan artis nasional Ghea Indrawari.
Puncak acara FGS berlangsung Minggu (6/7) dengan sport tourism Trail Run dan tradisi perang tomat. Festival akan ditutup dengan konser Suaraloka Gunung Slamet yang menghadirkan grup musik MAssDDDHO sebagai bintang tamu.
“Selama tiga hari saya akan tinggal di Serang, mulai dari Guma sampai Villa Davos. Saya akan ikut mengawal langsung dan mempromosikan FGS di media sosial agar semakin banyak wisatawan datang. Kita akan bikin Karangreja seperti Jakarta,” kata Dimas optimistis.
Ia menambahkan, FGS menjadi bukti nyata peran aktif masyarakat dalam melestarikan budaya adiluhung. “Festival ini bukan hanya milik Desa Serang, tetapi juga milik seluruh masyarakat Purbalingga, bahkan Indonesia. Saya yakin FGS akan memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi ekonomi dan budaya,” ujarnya.
Kepala Desa Serang, Sugito, menambahkan bahwa FGS membawa dampak ekonomi langsung bagi warga. “Omzet per tenant bisa mencapai Rp 3 juta per hari. Tahun ini kami menargetkan 50 ribu pengunjung, naik dari tahun lalu yang mencapai 43 ribu,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....