Diseminasi Pariwisata Dorong Purbalingga Jadi Destinasi Unggulan
- 02 Jun 2025 07:03 WIB
- Purwokerto
KBRN, Purbalingga : Upaya menggenjot sektor pariwisata terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Salah satunya melalui kegiatan diseminasi bertema “Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan” yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Sabtu (31/5/2025), di Hasa Hall D’Pari.
Diseminasi yang memasuki hari kedua ini diikuti sekitar 115 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pengelola destinasi, pelaku ekonomi kreatif, content creator, anggota Asbiling, HPI, hingga pengurus Pokdarwis. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama yang ditekankan dalam kegiatan ini.
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi semua elemen menjadi pondasi utama untuk memajukan pariwisata daerah. Ia menyebut Purbalingga sebagai daerah dengan kekayaan potensi alam dan budaya yang belum sepenuhnya tergarap secara maksimal.
“Purbalingga masuk 10 besar destinasi terfavorit saat libur Lebaran 2025. Ini bukti bahwa kita punya daya tarik. Tapi semua itu tak akan cukup tanpa kolaborasi—baik dari pemerintah, pelaku wisata, sampai content creator,” tegas Bupati Fahmi.
Ke depan, menurutnya, akan ada pendampingan intensif untuk mengembangkan konsep destinasi yang lebih tajam dan memiliki nilai jual. Pendampingan juga menyasar strategi pemasaran digital sebagai sarana promosi yang efektif di era sekarang.
“Destinasi harus punya arah pengembangan yang jelas, daya tarik yang unik, dan traffic yang terus meningkat. Kita juga harus pintar memanfaatkan momen libur sekolah maupun Natal dan Tahun Baru dengan menggelar event-event menarik,” tambahnya.
Bupati Fahmi optimistis Purbalingga bisa menjadi one stop solution bagi wisatawan—tempat di mana mereka bisa menikmati alam, budaya, dan kuliner dalam satu kawasan yang saling terintegrasi.
Senada dengan itu, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Purbalingga, Agus Sudiono, menyambut positif inisiatif ini. Ia menilai pengembangan pariwisata harus bersifat inklusif dan berorientasi pada hasil.
“Kami siap mendukung, termasuk dalam penyediaan pramuwisata profesional. Ke depan, harus ada target yang konkret dan langkah nyata,” ujar Agus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....