Pengelola Siap Evaluasi Pasca Peristiwa Tenggelam Wisatawan Curug Pinang Baturraden
- 29 Apr 2025 21:23 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Pengelola destinasi wisata Curug Pinang Baturraden, Kabupaten Banyumas, Selasa (28/04/2025) menggelar doa bersama untuk mengenang dua wisatawan asal Jakarta, yang meninggal dunia akibat tenggelam, pada Minggu (26/04/2025).
Doa bersama juga diikuti anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Kemutug Lor, juga diikuti oleh perwakilan Dinporabudpar Banyumas, Anggota DPRD, Forkompincam, serta para pegiat wisata di Banyumas.
Mereka berkumpul di sekitar area curug untuk mendoakan almarhum dan memohon keselamatan bagi semua pengunjung maupun pengelola tempat wisata.
“Kami sangat berduka atas musibah yang terjadi. Doa bersama ini kami lakukan sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan kepada korban, sekaligus sebagai pengingat bagi kami semua agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan,” Ketua Pokdarwis Desa Kemutug Lor, Darkum.
Peristiwa kecelakaan air di Curug Pinang merupakan kali pertama.
Paska kejadian itu pengelola berkomitmen untuk menjadikan pembelajaran dan evaluasi. Ke depannya akan lebih meningkatkan pengawasan dan menambah fasilitas keselamatan.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengunjung di masa mendatang. Meskipun, selama beroperasinya objek wisata Curug Pinang, semua fasilitas sudah sesuai standar keselamatan.
Mulai dari rambu peringatan, pelampung, sampai penjaga yang bersedia untuk melakukan evaluasi, jika terjadi hal hal yang tidak diharapkan.
Keselamatan pengunjung adalah prioritas utama.
"Kami akan evaluasi kembali sistem keamanan yang ada dan bekerja sama dengan pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Menurut Darsun doa bersama ini juga bagian dari tanggung jawab pengelola terhadap korban.
Setelah kejadian itu, pengelola sampai mengantar jenazah ke rumah duka. Dari pihak keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai kecelakaan murni.
Kabid Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Wardoyo adanya kecelakaan air yang sampai mengakibatkan meninggal dunia, bukan kali pertama di objek wisata air di Baturaden.
Untuk objek wisata curug pihaknya melihat fasilitasnya sudah memenuhi standar keamanan. Mulai dari rambu sebagai mitigasi bencana, life guard, dan pengawasan pengelola.
"Kalau pelatihan-pelatihan dan pengawasan mengenai standar operasional keselamatan sudah dilakukan, yang akan kami lakukan ke depannya adalah merefresh lagi, memberikan kembali pembinaan dan pelatihan," kata dia.
Kegiatan doa bersama ditutup dengan tabur bunga di lokasi kejadian sebagai simbol duka dan penghormatan terakhir kepada korban.
Menyikapi peristiwa tersebut pengamat lingkungan dan kebijakan publik Eddy Wahono menjelaskan wisata dengan menggunakan potensi sumber daya air diharapkan memiliki rekomendasi teknik untuk pendaya gunaan sumber daya air maupun penggunaan sempadan sungai dari pemilik kewenangan sungai Balai besar Wilayah sungai serayu opak sebagai dasar pengurusan ijin wisata.
Sungai sebagai bagian dari kekayaan alam yang dikelola oleh pemerintah pusat, propinsi atau kabupaten kota sesuai dengan kewenangannya diatur dalam peraturan menteri PUPR 04 tahun 2015 tentang kriteria penetapan wilayah sungai.
Pemanfaatan sungai termasuk untuk wisata harus berdasarkan ijin dari pemilik kewenangan
"Sedangkan rekomendasi teknis merupakan persyaratan teknis yang harus dipenuhi dalam perizinan pemanfaatan sumber daya air dan pemanfaatan sempadan mutlak harus dipatuhi untuk menjaga kelestarian sumber daya air sesuai peraturan menteri PUPR 28 tahun 2015 tentang sempadan sungai dan danau", kata Eddy.
Eddy juga mengaku siap mendukung untuk mengurus ijinnya.
"Tata cara perizinan pengusahaan sumber daya air dan penggunàan sumber daya air sudah diatur oleh peraturan menteri PuPr 01 tahun 2016", pungkas Eddy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....