Merawat Alam: Cermin Iman dan Amanah Tuhan
- 26 Jan 2026 17:04 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Islam tidak hanya mengatur hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta (hablun minallah) dan sesama manusia (hablun minannas). Selain itu Islam juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan alam semesta (hablun minal 'alam).
Demikian prolog yang disampaikan Rahman L. Alfian selaku Dosen FUAH UINSAIZU Purwokerto dalam program Tasbih yang disiarkan Pro 2 FM beberapa waktu lalu.
Rahman mengatakan bahwa menjaga kelestarian alam bukanlah sekadar isu ekologis atau sosial semata, melainkan merupakan perwujudan nyata dari ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT.
Alam semesta dipandang sebagai amanah suci yang dititipkan kepada manusia dalam peranannya sebagai khalifah fil ard (pemimpin di bumi).
Alam sebagai Amanah dan Cermin Keimanan
Islam memandang kerusakan lingkungan sebagai dampak dari kelalaian manusia terhadap tanggung jawab spiritualnya. Merujuk pada Al-Qur'an Surah Al-A'raf ayat 56, umat Islam dilarang keras untuk berbuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.
"Setiap upaya melestarikan lingkungan, mulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya hingga menanam pohon, adalah bentuk ibadah yang bernilai pahala," ungkapnya. Lebih lanjut, kebersihan lingkungan juga disebut sebagai indikator kualitas iman seseorang, sesuai dengan prinsip bahwa kebersihan adalah bagian dari cabang keimanan.
Langkah Nyata Melalui Pendekatan Ekoteologi
Pembahasan ini juga memperkenalkan konsep ekoteologi, sebuah pendekatan yang menyatukan kesadaran religius dengan upaya perlindungan lingkungan. Langkah-langkah praktis yang dianjurkan meliputi:
- Budaya Gotong Royong: Mengimplementasikan semangat ta’awun (tolong-menolong) dalam kebaikan melalui aksi bersih sungai atau penghijauan lingkungan.
- Etika Konsumsi: Menerapkan gaya hidup yang tidak berlebihan dan tidak merusak ekosistem demi kepentingan sesaat.
- Edukasi Sejak Dini: Menjadikan kepedulian lingkungan sebagai kebiasaan dalam unit terkecil, yaitu keluarga.
Pesan untuk Generasi Mendatang
Ditekankan juga bahwa menyelamatkan bumi berarti memastikan firman Allah tentang rahmat bagi semesta alam (Rahmatan lil 'Alamin) tetap hidup dalam sejarah manusia. Menjaga alam hari ini adalah warisan paling berharga bagi generasi mendatang agar mereka tetap dapat merasakan nikmat karunia Allah dalam kondisi yang baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....