Teladan Khadijah: Pilar Utama Pendukung Dakwah Rasulullah

  • 21 Jun 2026 20:14 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Program Mutiara Pagi di Pro 1 FM RRI Purwokerto tidak pernah kehabisan topik untuk dibahas setiap harinya. Program dakwah Islam yang dikemas interaktif ini selalu dinantikan oleh pendengar setianya.

Seperti pada edisi Rabu, 17 Juni 2026 yang menghadirkan penceramah Hj. Sri Ningsih, S.Pd., M.Si sebagai narasumber. Dengan tema kajian berjudul "Poligami Rasulullah SAW dan Hikmahnya Bagian 4" merupakan kelanjutan dari tema pada Rabu sebelumnya.

Pada kesempatan tersebut penceramah yang akrab disapa ustazah Ning ini mengupas secara mendalam peran besar serta keluhuran karakter Khadijah binti Khuwailid RA sebagai mitra perjuangan sekaligus pilar utama yang menopang dakwah Rasulullah Muhammad SAW di masa-masa awal Islam.

Ustazah Ning menjelaskan bahwa Khadijah merupakan satu-satunya istri yang posisinya sama sekali tidak tergantikan hingga akhir hayatnya. Keluhuran karakter ini pula yang menjadi alasan mendasar mengapa Rasulullah SAW tidak pernah berpoligami selama Khadijah masih hidup.

"Khadijah adalah manusia pertama yang membenarkan kenabian Rasulullah tanpa keraguan sedikitpun," kata ustazah Ning. Ustazah Ning menambahkan saat masyarakat Quraisy mencela, menuduh gila, hingga memboikot secara ekonomi, ia tetap setia mendampingi dan mengorbankan hartanya demi kepentingan dakwah.

Lima karakter utama Khadijah yang patut diteladani diantaranya keimanan yang kokoh tanpa ragu dan loyalitas tinggi di masa sulit. Karakter beliau selanjutnya adalah kedermawanan dalam berkorban harta, kebijaksanaan menenangkan emosi suami, serta kesabaran menghadapi pemboikotan tiga tahun di Syi'ib Abi Thalib.

Begitu besarnya kemuliaan Khadijah, hingga Allah SWT mengirimkan salam khusus untuknya melalui Malaikat Jibril. Merespon pertanyaan pendengar yang bertanya mengenai relevansi teladan Khadijah di era modern, Ustazah NIng menekankan bahwa keharmonisan rumah tangga merupakan tanggung jawab timbal balik.

Suami dituntut mencontoh sifat Rasulullah yang menyayangi dan bertanggung jawab, sementara istri diajak untuk belajar bersyukur, tidak boros, serta menjadi pendukung moral utama bagi suaminya. Kesuksesan dakwah maupun keutuhan rumah tangga tidak hanya ditentukan oleh satu pihak, melainkan oleh kokohnya komitmen bersama dalam menghadapi setiap ujian hidup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....