Menjadi Pribadi Dicintai Allah lewat Sifat Baik

  • 29 Apr 2026 14:44 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Program religi Mutiara Pagi RRI Pro 1 Purwokerto kembali membedah kriteria mendalam mengenai sosok hamba yang mendapatkan derajat cinta dari Allah SWT dalam tausiyah bagian ketiga, Selasa (28/4/2026). Dalam siaran yang menyejukkan ini, ditekankan bahwa cinta Ilahi tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan melalui konsistensi seorang hamba dalam menjaga akhlak mulia, keimanan yang kokoh, serta menebar kebaikan kepada sesama manusia di tengah kehidupan dunia yang fana.

Selaku narasumber Uztaz Saefudin Kamali mengajak para pendengar dan pemirsa digital untuk mengevaluasi kualitas diri, Selasa, (28/04/26). Tausiyah kali ini menggarisbawahi bahwa menjadi sosok yang dicintai Allah SWT sangat erat kaitannya dengan bagaimana seseorang memperlakukan dirinya sendiri, Tuhannya, serta lingkungan sekitarnya dengan sifat-sifat yang terpuji.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pentingnya memiliki sifat baik sebagai identitas utama seorang muslim. Kebaikan yang dimaksud mencakup spektrum yang luas, mulai dari kejujuran dalam bertindak, ketaatan dalam menjalankan syariat, hingga empati yang tinggi terhadap penderitaan orang lain. Dengan sifat-sifat ini, seorang hamba tidak hanya mendapatkan kedudukan tinggi di mata manusia, tetapi juga di hadapan Allah SWT.

"Jadilah orang baik, karena orang baik tidak akan pernah merugi baik di dunia maupun di akhirat," demikian pesan Ust. Saefudin Kamali. Selain aspek sosial, tausiyah ini juga menyinggung nilai kesabaran dan ketaqwaan sebagai pilar yang tidak terpisahkan. Sabar dalam menghadapi ujian serta sabar dalam menjauhi kemaksiatan adalah ciri nyata dari orang-orang yang hatinya senantiasa terikat pada cinta Ilahi. Hal ini selaras dengan tuntunan dalam Al-Qur'an dan Hadis yang menjadi rujukan utama umat Islam dalam berkehidupan.

Tausiyah ditutup dengan ajakan untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dalam setiap peran kehidupan, baik sebagai kepala keluarga, pekerja, maupun anggota masyarakat. Dengan menjaga keharmonisan hubungan dengan Sang Pencipta (Hablum Minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minannas), jalan menuju cinta Allah SWT akan semakin terbuka lebar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....