Genting dan Tamasya, Inovasi Gegah Stunting di Kebumen

  • 24 Mar 2025 12:07 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto : Kita apresiasi terobosan terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen seperti program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang menjadi salah satu prioritas utama di tahun ini. Program ini bertujuan untuk membantu keluarga yang berisiko stunting agar dapat meningkatkan kualitas hidup anak-anak mereka. Diharapkan, GENTING mampu melibatkan berbagai pihak, baik dari sektor pemerintah, pihak swasta maupun masyarakat, demi mencegah bertambahnya kasus stunting di Kebumen.

Tidak hanya itu, program TAMASYA (Taman Asuh Anak) juga menjadi pembahasan penting dalam pertemuan ini. Program ini dirancang untuk menciptakan ruang belajar dan asuh yang melibatkan sinergi antara pemerintah dan pihak swasta guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Jika kita cermati latar belakang dari ke dua program ini tentu berupaya menurun prevalensi stunting di Indonesia. Ke dua program ini adalah merupakan gerakan orang asuh mencegah stunting, di sinilah urgensinya. Jika kita pahami pola asuh anak tidak hanya masalah kekurangan, tidak melulu hanya kurang memakanan bergizi pada anak-anak tetapi juga pol asuh yang kurang pas pada anak-anak yang ada. Inilah salah penyebab dibentuk program Genting dan Tamasya ini.

Untuk keberhasilan kedua program ini pastinya harus sangat ada kolaborasi. Ini bisa kita cermati dari pernyataan Kepala Dinas Kesehatan dan PPKB Kabupaten Kebumen, Iwan Danardono Pemkab Kebumen telah memberikan SK Tim monitoring Genting. Karena Program Genting ini akan menyasar, baik itu perorangan, bisa swasta, badan usaha, akademisi, perguruan tinggi, BUMN, BUMD untuk berperan dalam memberikan donasinya untuk program cegah stunting ini. Jelas ini diperlukan kesamaan visi dan misi agara Genting terlaksana sesuai dengan tujuannya.

Kemudian dari Tamasya sebenarnya bisa menyasar tempat-tempat penitipan anak-anak yang ada di wilayah kabupaten Kebumen untuk kemudian dilatih agar dapat memberikan pengasuhan kepada anak-anak yang dititipkan itu sesuai dengan kriteria-kriteria bagaimana mengasuh anak dengan baik dan benar sehingga mengurangi dalam pencegahan terjadinya stunting karena salah pengasuhan.

Kita berharap Pemkab Kebumen bisa menghadapi tantangan yang akan dijumpai pada pelaksaan program ini. Program penting seperti ini sarat akan kendala dan tantangan karena menyasar masyarakat untuk bersedia memberikan donasi. Tim Monitoring kedua program ini harus bisa membuat masyarakat percaya bahwa program ini sangat penting untuk masa depan Indonesia. Mereka juga harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa donasi yang diberikan ini tepat sasaran.

Kita mendorong Tim Monitoring bisa menggunakan komunikasi, informasi, dan edukasi. Kita juga berharap dukungan penuh dari pimpinan daerah. Walaupun program Genting dan Tamasya ini baru launching setelah lebaran, kita apresiasi telah ada beberapa donator yang telah bersedia mendukung program ini. Kita optimis kedua program ini dapat diterima oleh masyarakat Kabupaten Kebumen, tentunya dengan kerjasama komunikasi dan edukasi, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun OPD yang membidangi kesehatan, sehingga program ini dapat berjalan dengan baik. Harapannya nanti angka stunting di Kabupaten Kebumen dapat turun lagi di tahun 2025.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....