Keberadaan Lumbung Padi menuju Swasembada Pangan

  • 07 Mar 2025 14:53 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto: Kita mendukung Presiden RI, Prabowo Subianto yang memiliki asa cita yang salah satunya adalah mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. Bahkan dibahas langkah-langkah strategis untuk mencapai swasembada pangan dan memutuskan tidak impor beras tahun depan karena produksi beras nasional menunjukkan tren positif, menjadi dasar untuk menghentikan impor beras.pemerintah akan menampung seluruh produksi gabah dan jagung dari petani dengan harga yang telah ditetapkan. Pemerintah juga telah membahas solusi teknis terkait penyimpanan hasil panen. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah optimistis swasembada pangan dapat segera tercapai, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Penting untuk memperkuat keberadaan lumbung pangan merupakan lembaga cadangan pangan di daerah perdesaan, berperan dalam mengatasi kerawanan pangan masyarakat. Lumbung pangan telah ada sejalan dengan budaya padi dan menjadi bagian dari sistem cadangan pangan masyarakat.

Pertanyaannya seperti apa eksistensi lumbung pangan saat ini ?

Sebenarnya keberadaan lumbung pangan cenderung menurun dan ini karena beberapa faktor spt misalnya penerapan revolusi hijau yang mengintroduksikan teknologi padi unggul dan modernisasi pertanian dinilai tidak sesuai dengan lumbung tradisional masyarakat juga keberadaan Bulog yang berperan dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan (gabah) di setiap wilayah pada setiap waktu menyebabkan tidak ada insentif untuk menyimpan gabah.

Globalisasi yang menyebabkan terbangunnya beragam pangan, termasuk pangan olahan sampai ke perdesaan, telah merubah pola konsumsi, kegiatan pembinaan yang tidak konsisten dan cenderung orientasi proyek menyebabkan pembinaan yang dilakukan tidak efektif. Keberadaan lumbung pangan saat ini umumnya berada di daerah yang secara tradional telah mengembangkan lumbung pangan di daerah rawan pangan dengan kendala aksesibilitas.

Kita kritisi lumbung pangan berperan mengatasi kerawanan pangan masyarakat di daerah rawan pangan kronis namun belum mampu untuk mengatasi kerawanan pangan transien akibat kondisi tak terduga seperti bencana. Proses mengatasi kerawanan pangan transien dibutuhkan penyediaan cadangan pangan oleh pemerintah yang memungkinkan mobilitas cadangan pangan antar wilayah sebagaimana dilakukan oleh Bulog.

Kita apresiasi upaya pemerintah dalam perbaikan kondisi kerawanan pangan dapat dilakukan dengan perbaikan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia. Pengembangan lumbung pangan umumnya dilakukan pada masyarakat yang pernah mengalami kerawanan pangan, yang sebagian besar berada di daerah yang mempunyai kendala dalam aksesibilitas. Dengan demikian tidak mengherankan apabila keberadaan lumbung berada di desa pinggir hutan dimana masyarakatnya masih menerapkan ladang berpindah, atau daerah dengan keterbatasan sarana transportasi.

Secara tradisional lumbung berfungsi sebagai tempat menyimpan dan meminjam bahan pangan. Penyimpanan bahan pangan di lumbung oleh masyarakat dilakukan oleh anggota masyarakat berupa penyimpanan untuk kepentingan keluarganya maupun dipinjamkan ke anggota masyarakat. Pola simpan pinjam yang berlaku umumnya masih berdasarkan kaidah sosial tanpa mencari keuntungan, sesuai dengan norma pembangunan lumbung pangan oleh masyarakat.

Secara kongkritnya keberadaan lumbung padi sekarang bukan hanya berfungsi stok pangan atau beras namun sebagai budaya bagi yang masih ada ditengah masyarakat karena stok pangan telah menjadi tanggungjawab Bulog yang selalu siap dengan stok pangan serta menyerap hasil panen petani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....