PS UMP Jadi Wadah Pembinaan Talenta Sepak Bola
- 08 Sep 2026 21:20 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Gelar juara Liga 1 Kompetisi Internal PSSI Kabupaten Banyumas Piala Bupati Banyumas menjadi bagian dari proses pembinaan talenta sepak bola di lingkungan perguruan tinggi. PS UMP tidak hanya diarahkan untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa dan pemain muda untuk mengembangkan kemampuan secara terarah.
Pembina PS UMP, Dr. Yudha Febrianta, M.Or., AIFO, mengatakan tim dibangun sebagai ruang bagi para pemain untuk bertumbuh, baik dari sisi kemampuan sepak bola maupun pembentukan karakter.
Menurutnya, proses pembinaan menjadi bagian penting di balik keberhasilan PS UMP meraih posisi teratas pada kompetisi kasta tertinggi Liga Internal PSSI Kabupaten Banyumas tersebut.
“Prestasi ini tidak datang secara instan, tetapi melalui proses latihan, kedisiplinan, kerja keras, dan kekompakan seluruh tim,” kata Yudha.
Ia menjelaskan, keberadaan PS UMP diharapkan dapat memberikan ruang bagi mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang sepak bola untuk tetap mengembangkan potensinya di tengah aktivitas akademik.
Pembinaan tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknis di lapangan. Para pemain juga mendapatkan pengalaman mengenai disiplin, kerja sama, kepemimpinan, mental bertanding, serta pentingnya menghargai setiap proses.
“Kami ingin PS UMP menjadi tempat bertumbuh bagi para pemain. Sepak bola mengajarkan banyak hal, mulai dari disiplin, kerja sama, mental bertanding, kepemimpinan hingga bagaimana menghargai sebuah proses,” ujarnya.

Keberhasilan menjadi juara Liga 1 PSSI Kabupaten Banyumas sekaligus menjadi evaluasi bagi tim untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Yudha menegaskan, gelar juara tidak boleh membuat proses pembinaan berhenti.
Setelah kompetisi berakhir, PS UMP akan melakukan evaluasi dan memperkuat pembinaan agar kualitas tim terus berkembang. Langkah tersebut diperlukan untuk menghadapi kompetisi berikutnya sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak talenta untuk berkembang melalui tim sepak bola kampus.
“Menjadi juara tentu membanggakan, tetapi mempertahankan kualitas jauh lebih menantang. Setelah capaian ini, kami harus melakukan evaluasi dan terus meningkatkan pembinaan,” katanya.
Menurut Yudha, olahraga dan pendidikan dapat berjalan beriringan dalam proses pengembangan mahasiswa. Melalui kegiatan sepak bola, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga kesempatan mengasah kemampuan nonakademik yang dapat mendukung pembentukan karakter.
PS UMP kini memiliki modal dari keberhasilan menjuarai Liga 1 untuk melanjutkan proses tersebut. Target selanjutnya bukan sekadar mempertahankan gelar, tetapi memastikan pembinaan berjalan berkelanjutan dan mampu melahirkan pemain-pemain yang semakin kompetitif.
“Harapannya PS UMP semakin kompetitif dan mampu membawa nama Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada level yang lebih tinggi,” tutur Yudha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....