Buntut Pengeroyokan Wasit, Askab PSSI Purbalingga Ambil Langkah Tegas

  • 02 Agt 2026 20:14 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga: Insiden pengeroyokan terhadap perangkat pertandingan pada laga semifinal Danlanud Cup 2026 di Lapangan Garuda Manunggal Lanud Wirasaba, Kamis (30/7/2026), mendapat perhatian serius dari Komisi Wasit Askab PSSI Purbalingga.

Ketua Komisi Wasit Askab PSSI Purbalingga, Mugi Ari, menegaskan peristiwa tersebut harus menjadi evaluasi bagi seluruh penyelenggara turnamen sepak bola di Purbalingga. Menurutnya, keselamatan perangkat pertandingan merupakan hal yang tidak bisa dikompromikan.

Mugi menyayangkan kericuhan yang berujung pada dugaan pengeroyokan terhadap perangkat pertandingan oleh oknum suporter. Sebagai bentuk sikap, Komisi Wasit memutuskan tidak akan menugaskan perangkat pertandingan dari Askab PSSI Purbalingga untuk sisa pertandingan Danlanud Cup 2026.

"Komisi Wasit sangat menyayangkan peristiwa kerusuhan dan pengeroyokan terhadap perangkat pertandingan yang dilakukan oleh suporter dalam turnamen tersebut. Untuk pertandingan semifinal kedua dan final, seluruh perangkat pertandingan dari Askab PSSI Purbalingga akan walk out," ujar Mugi.

Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan Ketua Askab PSSI Purbalingga. Menurutnya, panitia penyelenggara dinilai belum mampu memberikan jaminan keamanan bagi perangkat pertandingan.

"Saya selaku Ketua Komisi Wasit, setelah berkoordinasi dengan Ketua Askab PSSI Purbalingga, memutuskan tidak akan menugaskan perangkat pertandingan pada turnamen tersebut karena panitia lalai dalam aspek pengamanan. Ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang kembali," katanya.

Kericuhan terjadi saat laga semifinal antara Andalas FC asal Banjarnegara melawan Gama Adipasir. Pertandingan berlangsung ketat sejak babak pertama dan memanas pada babak kedua ketika sejumlah oknum pemain, ofisial Andalas FC, serta penonton memprotes keputusan wasit Ridho Bekti.

Situasi kemudian tidak terkendali hingga berujung dugaan pengeroyokan terhadap wasit di lapangan. Ridho Bekti mengalami luka dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit terdekat. Namun, kondisinya dipastikan tidak mengalami luka serius.

Ketua Umum Askab PSSI Purbalingga, Uut Triyas Yanuar, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyampaikan keprihatinannya karena peristiwa itu mencoreng jalannya turnamen.

"Iya benar terjadi insiden tersebut. Setelah kami konfirmasi, wasit yang bertugas Alhamdulillah tidak mengalami luka serius," ujarnya.

Uut mengatakan Askab masih menunggu laporan resmi terkait insiden tersebut yang kemungkinan akan diteruskan ke Komite Disiplin (Komdis). Jika laporan diterima, pihaknya akan menindaklanjuti sesuai regulasi yang berlaku.

"Kami tidak akan menoleransi kericuhan di sepak bola. Kami ingin membangun sepak bola Purbalingga dan jangan sampai hal-hal semacam itu merusak citra baik sepak bola Purbalingga yang saat ini sedang berkembang ke arah yang positif," ucapnya.

Dalam pertandingan tersebut, Andalas FC memastikan lolos ke final setelah mengalahkan Gama Adipasir dengan skor 1-0. Gol kemenangan tercipta pada babak tambahan waktu setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol selama waktu normal.

Terkini, wasit Ridho dikabarkan telah melaporkan kasus pengeroyokan dirinya ke Polsek Bukateja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....