Dinamika Liga Champions dan Bayang-Bayang Politik Piala Dunia 2026

  • 28 Mar 2026 12:17 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Hasil pengundian (drawing) babak 16 besar Liga Champions dan pengaruh ketegangan geopolitik terhadap gelaran Piala Dunia 2026 menjadi sorotan utama dalam program "Kick n Rush" pada Rabu (4/3/2026). Dialog ini menghadirkan pengamat sepak bola, Irvan, yang mengupas tuntas perkembangan terkini di lapangan hijau global.

Dalam babak 16 besar Liga Champions, sejumlah pertemuan besar diprediksi akan menyajikan laga sengit. Beberapa di antaranya adalah duel antara Galatasaray melawan Liverpool, serta pertemuan kembali Manchester City dengan Real Madrid.

Selain itu, laga PSG kontra Chelsea juga menjadi perhatian setelah keduanya sempat bertemu di final Piala Dunia Antarklub 2025 lalu. Irvan juga menyoroti dominasi tim-tim Inggris di fase ini.

"Ada lima tim Inggris yang berhasil menembus babak 16 besar, yakni Liverpool, Newcastle, Tottenham, Arsenal, dan Chelsea. Ini menunjukkan kekuatan Liga Inggris yang masih mendominasi kancah Eropa," ungkapnya.

Di sisi lain, gelaran Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai dibayangi oleh isu politik internasional. Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel dan Iran menjadi perhatian serius, terutama terkait keamanan pemain dan potensi mundurnya tim nasional Iran dari turnamen dunia tersebut.

"Keamanan pemain menjadi prioritas utama. Jika Iran tetap bermain di Amerika Serikat, ada kekhawatiran mengenai perlakuan yang tidak diinginkan terhadap para pemain di tengah konflik yang sedang berlangsung," jelas Irvan.

Ia juga menambahkan bahwa sejumlah pemain Iran yang merumput di Eropa dikabarkan memilih pulang ke negaranya untuk menunjukkan semangat nasionalisme di tengah situasi perang. Irvan juga mengkritisi adanya potensi "standar ganda" dalam organisasi sepak bola dunia seperti UEFA dan FIFA.

"Seharusnya politik tidak dicampur adukkan dengan sepak bola. Kita berharap Iran tetap dapat berkompetisi secara fair play tanpa hambatan politis, asalkan jaminan keamanan dapat terpenuhi," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....