Timnas Indonesia Butuh Pelatih Berkarakter Disiplin dan Visioner
- 05 Nov 2025 14:15 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas : Publik sepak bola Indonesia tengah menaruh perhatian besar terhadap siapa sosok pelatih yang akan menahkodai Tim Nasional (Timnas) Indonesia ke depan setelah era Kluivert dan jajarannya diberhentikan oleh PSSI beberapa waktu lalu. Sejumlah pemerhati sepak bola menilai, pelatih yang dibutuhkan saat ini bukan hanya yang memiliki strategi jitu, tetapi juga mampu membangun karakter dan kedisiplinan pemain.
Pemerhati sepak bola asal Purwokerto, Rashif Abitia, menilai bahwa Indonesia membutuhkan pelatih dengan visi jangka panjang dan konsistensi dalam pembinaan pemain.
“Timnas kita membutuhkan sosok pelatih yang tidak hanya fokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga berani membangun fondasi permainan yang kuat untuk masa depan,” ujarnya Rashif ketika dihubungi RRI Rabu, (05/11/2025)
Menurut Rashif, pelatih ideal bagi Indonesia harus memiliki kemampuan memadukan taktik modern dengan pemahaman terhadap kultur sepak bola lokal.
“Kita tidak bisa terus berganti pelatih setiap kali ada hasil yang kurang baik. Butuh pelatih yang bisa menanamkan filosofi permainan dan disiplin, seperti yang diterapkan negara-negara maju dalam sepak bola,” tambahnya.
Sementara itu, pemerhati sepak bola lainnya, Andi Kurmiawan, menyoroti pentingnya aspek kepemimpinan dalam diri pelatih timnas. Ia menilai, figur pelatih harus mampu menjadi panutan dan pembentuk mental juara bagi para pemain.
“Sosok pelatih yang ideal bukan sekadar ahli taktik, tapi juga punya wibawa dan mampu membangun semangat nasionalisme di lapangan,” ungkap Andi.
Andi menambahkan, pelatih yang datang ke Indonesia juga perlu memahami karakter pemain khususnya pemain liga lokal yang cenderung emosional dan penuh semangat.
“Pendekatan psikologis sangat penting. Pelatih yang bisa mengelola emosi pemain dan menjaga motivasi mereka akan lebih mudah menciptakan tim yang solid,” ujarnya.
Ia sepakat bahwa siapapun yang akan menjadi pelatih Timnas Indonesia ke depan, harus diberi ruang dan waktu untuk bekerja secara berkelanjutan.
“Kita perlu mengakhiri siklus jangka pendek. Jika federasi memberi dukungan penuh, maka pelatih yang tepat bisa membawa timnas kita naik ke level lebih tinggi,” pungkas Andi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....