Kejuaraan Tarkam 2025, Angkat Semangat Olahraga Desa

  • 01 Okt 2025 15:28 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas kembali menggelar Kejuaraan Antar Kampung (Tarkam) tahun 2025 secara mandiri untuk mendorong semangat olahraga dan kebersamaan antarwarga desa. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Dinporabudpar Kabupaten Banyumas yang bertanggung jawab atas pelaksanaan dan kelancaran kegiatan tersebut.

Analis Keolahragaan Dinporabudpar, Rais, menyampaikan bahwa Tarkam Banyumas 2025 akan mempertandingkan voli, bulu tangkis, tenis meja, dan lari, dengan target seribu peserta se-Kabupaten Banyumas. Edisi kedua yang digelar mandiri ini berpindah lokasi dari Kota Lama ke Embung Banteran, yang kini dipromosikan sebagai venue lari dan favorit warga untuk lari pagi.

“Tahun ini, senam digantikan dengan bulu tangkis. Untuk cabang bola voli putra-putri, bulu tangkis beregu, dan tenis meja beregu, dipertandingkan antar kecamatan dengan total 27 tim. Sementara itu, Tarkameran menargetkan seribu peserta dan khusus dibuka untuk warga ber-KTP atau KK Banyumas,” ujarnya pada Selasa (30/09/2025).

Kejuaraan Antar Kampung Kabupaten Banyumas digelar mulai tanggal 26 hingga 31 Oktober 2025, dengan acara pembuka berupa Tarkam Run yang berlangsung pada Minggu (26/10/2025), di Embung Banteran. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pertandingan bola voli putra dan putri berlangsung pada 28-29 Oktober di gedung Sasana Krida GOR Satria, dan ditutup dengan tenis meja antar kecamatan pada 30-31 Oktober 2025.

Rais menyampaikan, tren gaya hidup sehat yang semakin berkembang turut mendorong antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Tarkam Run ini. Munculnya berbagai komunitas pelari seperti Banyumas Runner, Fun Run Purwokerto, Rail Runners dari KAI, serta komunitas dari instansi dan perbankan menjadi dasar optimisme tersendiri dalam menjaring peserta secara luas.

“Sejauh ini sudah 670 peserta yang mendaftar sejak pendaftran dibuka pada tanggal 29 September 2025 malam hari,” ujarnya menjelaskan.

Ia juga menjelaskan bahwa rute lari sepanjang 5 km harus disurvei dengan teliti agar presisi dan nyaman dilalui seribu peserta dan tidak mengganggu aktivitas sekitar. Salah satu tantangan utamanya adalah melewati titik ramai seperti Pasar Kemukus Banteran, sehingga diperlukan strategi mobilisasi dan pengamanan khusus.

Terakhir, Rais berharap kejuaraan ini dapat terus meningkatkan minat masyarakat dalam olahraga, sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga di setiap desa dan kecamatan. Ia juga mengharapkan kegiatan ini menjadi wadah yang berkelanjutan untuk mengembangkan potensi olahraga lokal dan gaya hidup sehat di Kabupaten Banyumas. (Bekti Cahyaningrum)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....