Indra Sjafri Dipecat PSSI, Pengamat Sebut Keputusan Wajar

  • 24 Feb 2025 22:08 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Indra Sjafri diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih Timnas U20 Indonesia. Sang pelatih lengser setelah gagal membawa Timnas U20 Indonesia menembus semifinal Piala Asia U20 2025, seperti yang ditargetkan oleh PSSI.

Pengamat sepak bola asal Kabupaten Banyumas Rashif Abitia menilai bahwa pemecatan Indra Sjafri bukan hal yang mengejutkan. Terlebih Indra Sjafri tidak berhasil memenuhi target yang ditetapkan federasi.

“Sebenarnya kalau pemecatan pelatih (timnas) kelompok umur, ya, wajar-wajar saja,” kata Rashif kepada RRI, Senin (24/2/2025).

Rashif menambahkan, Indra Sjafri sebenarnya memiliki waktu cukup panjang untuk mempersiapkan tim sebelum tampil di Piala Asia U20 2025. Bahkan, sang pelatih diberi akses untuk menggelar pemusatan latihan di luar negeri.

Namun, hasil yang didapat belum sesuai harapan. Rashif menilai, Timnas U20 Indonesia justru mengalami kemunduran secara hasil dibanding saat tampil di Piala Asia U20 2023.

Pada Piala Asia U20 2023, saat masih bersama Shin Tae-yong, Timnas U20 Indonesia terhenti di fase grup dengan raihan empat poin dari tiga laga. Sementara itu, di Piala Asia U20 2025, Garuda Nusantara juga terhenti di babak grup, tetapi hanya mampu mengumpulkan satu poin dari jumlah pertandingan yang sama.

“Kalau melihat penampilan saat Piala Asia U20 edisi sebelumnya (2023), rasa-rasanya Timnas U20 Indonesia sekarang memang kurang dari segi permainan. Hasilnya pun cukup berbeda. Padahal (coach Indra) diberi fasilitas atau training center yang hampir serupa,” ucap Rashif.

Kendati demikian, Rashif tetap mengapresiasi kontribusi Indra Sjafri untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Eks pelatih Bali United itu telah mempersembahkan beragam prestasi, terutama bersama Timnas Indonesia kelompok umur, yakni juara Piala AFF U19 2013, Piala AFF U22 2028, Piala AFF U19 2024, dan medali emas SEA Games 2023.

“Kita tidak bisa memandang sebelah mata coach Indra Sjafri karena berkat jasanya, Timnas Indonesia kelompok umur merasakan sejumlah prestasi,” tutur Rashif.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa keputusan untuk melepas Indra Sjafri diambil secara profesional. Dirinya bersama wakil ketua umum dan para Exco, telah mengadakan evaluasi sebelum mengambil langkah.

"Keputusan untuk melepas coach Indra diambil secara profesional. Artinya, coach Indra juga memahami dan menerima keputusan tersebut. Secara pribadi dan organisasi, hubungan kami tetap baik. Coach Indra masih dan akan tetap menjadi bagian dari sepak bola Indonesia,” tutur Erick Thohir, dikutip dari laman PSSI.

Erick Thohir memberi apresiasi kepada Indra Sjafri atas dedikasi dan prestasi yang dipersembahkan sang pelatih selama menukangi skuad Garuda Muda.

“Saya pribadi dan PSSI sangat berterima kasih atas jasa dan kerja keras yang telah ditunjukkan coach Indra selama menangani Garuda Muda sehingga punya prestasi juara AFF U19 2024 dan lolos Piala Asia U20 2025,” tuturnya.

Setelah ini, PSSI akan segera mencari pengganti Indra Sjafri agar program pembinaan prestasi para pesepak bola muda yang sudah berjalan dalam dua tahun terakhir ini tetap berkelanjutan demi mempersiapkan mereka sebagai pelapis utama Timnas senior di masa mendatang. Satu nama yang mencuat sebagai suksesor Indra Sjafri adalah Gerald Vanenburg, yang saat ini menukangi Timnas U23 Indonesia. (FR).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....