Viral Penyedia Pengobatan Alternatif "Dipalak" Kades di Kebumen, Begini Tanggapan Bupati
- 31 Mei 2024 07:10 WIB
- Purwokerto
KBRN, Kebumen: Di Kebumen saat ini tengah viral video singkat yang narasinya berisi permintaan sejumlah uang dari kepala desa secara sepihak setelah acara selesai. Penyedia jasa pengobatan alternatif yang diketahui Bernama Brahmana Sanjaya ini hadir di Desa Dorowati Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen selama 3 hari, Sabtu - Senin 25–27 Mei 2024.
Pasalnya, pihak Brahmana Sanjaya mengunggah video berisi sesi adu argumen antara Kepala Desa Dorowati, Akhmad Muntoyib saat membuka amplop yang diberikan oleh Bramana Sanjaya. Namun, dalam video berdurasi 00.44 detik tersebut amplop yang sudah dibuka dikembalikan dengan cara dilempar.
Menanggapi hal itu, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengaku sudah menerima keterangan dari pihak kepala desa soal persoalan tersebut.
"Hari ini sudah saya perintahkan Inspektorat untuk memeriksa hal itu. Kami masih nunggu hasil pemeriksaannya," jelas Bupati, Kamis (30/5/2024).
Saat dikonfirmasi awak media ke kediamannya, Kepala Desa Dorowati Akhmad Muntoyib membenarkan jika pihaknya memang mengembalikan amplop yang berisi uang Rp 300 ribu. Amplop tersebut, kata Muntoyib, adalah satu dari 4 amplop yang diberikan Brahmana.
"Setelah acara selesai, pihak Brahmana Sanjaya berpamitan dengan memberikan 4 amplop yang sudah tertulis pos anggaran masing-masing salah satunya untuk Pemdes," aku Muntoyib, Rabu (29/5).
Amplop yang untuk Pemdes ia buka didepan tim Brahmana, isinya uang senilai Rp 300.000.
"Masa cuma segini Pak? Yang pantas saja pak, petugas kebersihan saja ada tiga orang selama tiga hari, belum lagi petugas parkir, pengatur lalu lintas, apa pantas segitu?," lanjut kades.
Dengan adanya unggahan video dengan narasi menyudutkan dari Brahmana Sanjaya, Kepala Desa Dorowati Akhmad Muntoyib menyayangkan dan sangat kecewa. Selain merugikan nama baik pribadinya, video terebut juga mencemarkan nama Desa Dorowati dan Kabupaten Kebumen. Terlebih pemilihan lokasi di Desa Dorowati sebagai tempat pegobatan bukan atas permintaan pihak desa, namun dari pihak Brahmana Sanjaya.
"Warga saya juga tidak bisa berobat karena pendaftarannya melalui online. Sedangkan bonus berobat (gratis) hanya 5 orang per hari," pungkasnya. (FM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....