8 Prioritas Pembangunan Kabupaten Banyumas dalam RKPD 2025

  • 31 Jan 2024 15:03 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2025 pada Rabu (31/1/2024).

Acara tersebut digelar di Hotel Grand Karlita, Purwokerto, dan dihadiri oleh peserta dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, akademisi, sampai komunitas.

Forum ini digelar untuk menyosialisasikan, sekaligus menghimpun saran dan masukan dari pemangku kepentingan mengenai rancangan awal RKPD Kabupaten Banyumas untuk tahun 2025.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Pemelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banyumas Dedy Noerhasan mengatakan, pada 2025, arah kebijakan Kabupaten Banyumas adalah peningkatan daya saing sumber daya manusia dan pengembangan potensi daerah untuk meningkatkan daya saing daerah.

Untuk itu, Pemkab Banyumas telah memetakan sektor mana yang akan menjadi prioritas pembangunan tahun depan. Berikut delapan prioritas pembangunan Banyumas dalam RKPD 2025:

1. Peningkatan daya saing SDM untuk mendorong peningkatan daya saing daerah.

2. Penurunan pengangguran dan kemiskinan melalui peningkatan investasi dan pemberdayaan masyarakat.

3. Penguatan ekonomi daerah melalui pengembangan potensi daerah berbasis riset dan inovasi.

4. Memperkuat ketahanan pangan untuk mendukung ketahanan ekonomi.

5. Pengelolaan keberlanjutan lingkungan hidup dan penguatan ketahanan daerah dalam penanggulangan bencana, serta pengendalian risiko bencana.

6. Peningkatan profesionalitas ASN dan tata kelola pemerintahan yang efektif, berdaya saing, serta berbasis infrastruktur digital.

7. Perencanaan penataan kawasan strategis, penyelenggaraan penataan ruang serta pengembangan dan pengelolaan infrastruktur pendukung konektivitas antar-wilayah untuk persiapan pemekaran.

8. Optimalisasi keamanan, ketentraman, ketertiban, dan perlindungan masyarakat, serta memelihara persatuan dan kesatuan bangsa di masyarakat.

Dari delapan poin di atas, Pemkab Banyumas menitikberatkan pada penanganan kemiskinan dan pengembangan infrastruktur pada 2025.

“Sesuai arahan Penjabat Bupati, pada 2025, kami fokus terkait dengan infrastrukur dan penanganan kemiskinan. Tahun ini kami harapkan kasus kemiskinan ekstrem benar-benar selesai, sehingga tahun depan bisa fokus pada penanganan kemiskinan non-ekstrem,” ucap Dedy.

Angka kemiskinan di Kabupaten Banyumas pada 2023 tercatat berada di angka 12,53 persen. Jumlah itu diharapkan turun menjadi 10,87-9,93 persen pada 2025.

“Artinya angka kemiskinan harus diturunkan 2-3 persen (untuk mencapai target). Ini angka yang cukup berat karena penurunan angka kemiskinan dari 2022 ke 2023 adalah 0,3 persen. Butuh program dan strategi bagus untuk mencapai target itu,” tutur Dedy.

Salah satu cara yang bakal ditempuh Pemkab Banyumas untuk menangani masalah kemiskinan adalah dengan mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, beserta infrastruktur pendukungnya. (FR).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....