Apresiasi Open House Natal Perdana Keuskupan Purwokerto
- 27 Des 2023 16:42 WIB
- Purwokerto
KBRN, Purwokerto: Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, H Ibnu Asaddudin SAg menilai, momentum perayaan Natal bisa menjadi sarana untuk berbagi kebahagiaan bersama semua golongan. Artinya, sukacita dan damai itu tidak hanya untuk satu golongan saja.
Demikian dikemukakan Ibnu saat menghadiri Open House Natal 2023 bersama Uskup Purwokerto dan Romo Kuria Keuskupan Purwokerto di Gedung Paschalis Hall, Selasa (26/12/2023).
Ibnu mengatakan, banyak strategi dan cara untuk berbagi kebahagiaan umat, apapun namanya. Salah satunya melalui ajang yang pertama kali digelar oleh Keuskupan Purwokerto ini.
"Ketika umat berbahagia maka Tuhan pun akan merasa bahagia. Di open house ini, kita lihat tadi ada berbagai macam elemen, tokoh masyarakat, berbagai agama juga ada ini menjadi titik tolak di Purwokerto harus tetap kompak. Guyub rukun untuk Banyumas yang maju," ujarnya.
Dia mengatakan, kondisi ini harus terus dipertahankan dan dikembangkan pada tahun politik. "Apalagi di tahun politik ini, kita tutup dengan hal-hal yang baik saja," imbuhnya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Banyumas, H Sutanto mengaku sudah lama akrab dengan rekan-rekan dari agama Katolik maupun agama dan kepercayaan lainnya. Bahkan beberapa kali menggelar kegiatan bersama.
"Januari, 20-21 (2024) kami akan mengadakan bazar lintas agama. Saya sudah bicara dengan M Roqib (Ketua FKUB Banyumas) dan tadi saya sampaikan ke Uskup Purwokerto, mau hadir dan minta undangan resmi. LDII dengan siapa saja, Katolik, Kristen, dan semua (agama) akrab. Beda ning rukun," katanya.
Adapun open house kali ini dihadiri tokoh-tokoh lintas agama, FKUB Banyumas, Kemenag Banyumas, Gusdurian, budayawan Ahmad Tohari, mantan wakil bupati Sadewo Tri Lastiono hingga Ketua DPRD Banyumas, dr Budhi Setiawan.
Sementara itu Uskup Purwokerto Mgr Christophorus Tri Harsono mengatakan, ide untuk menggelar open house ini merupakan masukan dari Habib M Luthfi bin Yahya.
Menurutnya, Keuskupan Purwokerto sudah sering menggelar kunjungan lintas agama saat hari raya keagamaan. Namun belum pernah menjadi tuan rumah untuk dikunjungi.
"Maka dari itu, saya mencoba baik juga untuk terbuka. Kami perkenalkan gereja kita kepada pemerintah, semua agama, itu tujuannya bagus untuk Indonesia. Meski sempat ada penolakan tapi tidak jadi masalah. Sesuatu yang baik itu harus diperjuangkan," katanya.
Mgr Tri mengatakan, gelaran pertama ini mendapat sambutan yang sangat baik dari seluruh elemen. Oleh karena itu, dia berencana untuk memperluas kegiatan di tingkat dekanat.
"Jadi saya bisa kenal lagi pimpinan pemerintah daerah lainnya dan khususnya tokoh agama dan keyakinan lainnya. Ini yang saya kira, sekali lagi kita harus mengenal satu dengan yang lain. Tidak hanya (saling) mengunjungi, tapi juga membuka diri," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....