'Arapi Candle', Lilin Aroma Terapi Karya Mahasiswa Unwiku Purwokerto

  • 18 Okt 2023 01:42 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto: Tim Mahasiswa dari Universitas Wijayakusuma (Unwiku) Purwokerto menciptakan produk inovatif berupa lilin aroma terapi berbahan serai dan ampas kopi. Tim yang diketuai Puji Rachmawati serta anggota Fajar Eka Saputra dan Nekha Puspaningsih memberi nama produk mereka "Arapi Candle."

Arapi Candle adalah lilin aromaterapi yang memanfaatkan bahan alami, yakni serai dan ampas kopi, dengan tujuan mencegah penyakit demam berdarah. Proyek ini berusaha mengoptimalkan khasiat dari dua bahan alami ini, yang selama ini masih kurang dimanfaatkan secara penuh. Serai, dengan kandungan ekstrak etanolnya, telah dikenal lama sebagai pengusir nyamuk alami, sementara ampas kopi memiliki diterpenes yang efektif sebagai anti-serangga.

Kombinasi kedua bahan ini diolah dalam bentuk lilin aromaterapi menciptakan produk yang tidak hanya mampu menjauhkan nyamuk tetapi juga merilis aroma yang menenangkan dan menyegarkan. Produk ini, yang diberi nama "Arapi Candle," mengejar tren estetika yang saat ini digemari oleh kalangan muda, sehingga menarik sebagai produk anti-nyamuk yang modern. Arapi Candle juga dianggap unik karena masih jarang ditemui di pasaran.

Ketua tim, Puji Rachmawati, mengungkapkan, "Kami berusaha menghadirkan produk yang bukan hanya efektif, tetapi juga menyenangkan bagi pengguna. Arapi Candle bukan hanya sebagai solusi anti-nyamuk, tetapi juga sebagai produk aromaterapi yang dapat merilekskan dan menyegarkan ruangan."

Selain mengedepankan manfaat dan estetika, tim Arapi Candle sangat peduli terhadap lingkungan. Mereka memilih menggunakan palm wax, yang terbuat dari minyak kelapa sawit, sebagai bahan pembuatan lilin. Palm wax adalah bahan alami yang aman, tanpa bahan kimia berbahaya. Produk ini juga mampu merilis aroma dengan lembut, menciptakan lingkungan yang lebih nyaman.

Arapi Candle hadir sebagai produk multifungsi, dapat digunakan untuk relaksasi, pengharum ruangan, dan sebagai pengusir nyamuk. Inovasi ini diharapkan dapat memacu kreativitas di kalangan mahasiswa dan masyarakat Purwokerto dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk menciptakan produk bernilai ekonomis dan berguna bagi masyarakat. Produk ini juga diharapkan dapat memberikan dorongan bagi warga Purwokerto untuk berwirausaha dan memberikan kontribusi positif pada komunitas setempat. (YN)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....