BI Purwokerto Susur Segara Anakan, Layani Penukaran Uang Lusuh di Wilayah 3T

  • 06 Okt 2026 13:42 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap: Bank Indonesia (BI) Perwakilan Purwokerto menyusuri wilayah perairan Segara Anakan, Kabupaten Cilacap, untuk memberikan edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah) sekaligus layanan Kas Keliling penukaran uang lusuh kepada masyarakat di wilayah terpencil. Layanan kas keliling tersebut menyasar masyarakat di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, serta Desa Ujung Alang dan Ujung Gagak, Kecamatan Kampung Laut, pada Selasa (6/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BI memastikan ketersediaan uang Rupiah yang layak edar hingga ke wilayah terluar, terpencil, dan terdepan atau 3T.

Deputi Kepala Perwakilan BI Purwokerto, Mahdi Abdillah, mengatakan penyediaan uang Rupiah yang layak edar dengan jumlah dan pecahan yang sesuai merupakan salah satu tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral sekaligus otoritas sistem pembayaran.

“Jadi sebagai salah satu tugas Bank Indonesia sebagai Bank Sentral, otoritas sistem bayaran, kami Bank Indonesia wajib memberikan layanan penyediaan uang Rupiah dalam keadaan layak edar, kemudian jumlah yang cukup dan pecahan yang sesuai di seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah 3T," ujarnya.

Menurut Mahdi, layanan kas keliling di wilayah Kutawaru dilakukan untuk mendekatkan akses penukaran uang kepada masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan untuk mendapatkan layanan tersebut. Karena secara geografis wilayah Kutawaru harus ditempuh menggunakan jalur laut selama 10 hingga 15 menit. Hal ini yang menjadi salah satu alasan BI menghadirkan layanan kas keliling langsung ke tengah masyarakat.

Selain itu, perputaran uang di wilayah terpencil cenderung berlangsung di lingkungan yang sama sehingga uang yang beredar tidak selalu segera berganti dengan uang yang kondisinya lebih baik.

“Jadi kalau di daerah 3T ini, perputaran uangnya kan cuma di sini-sini aja. Nggak diperbarui, nggak diganti yang baru sehingga kami berinisiatif datang ke lokasi ini untuk memberikan layanan pada masyarakat supaya uang yang sudah lama dipegang sudah lusuh ini kita tukar dengan yang layak edar bisa dengan yang baru atau yang sudah bukan baru tetapi kualitasnya masih sangat bagus, jadi nanti masyarakat pegang uangnya uang yang laya edar uang dengan kualitas bagus," katanya.

Layanan kas keliling ke wilayah 3T secara langsung oleh BI, kata Mahdi dilaksanakan secara berkala. Setidaknya dilaksanakan empat kali dalam satu tahun. Sehingga masyarakat yang memiliki uang rusak, lusuh bisa memanfaatkan layanan penukaran uang tersebut.

“Yang ditukar tidak hanya uang yang rusak, jadi masyarakat bisa menukarkan uang sesuai dengan kebutuhan mereka, tapi terutama uang yang sudah lusuh," katanya.

Selain melakukan kas keliling, untuk memperluas akses masyarakat, BI juga menggandeng PT POS Indonesia dan BRI melalui BRILink. Melalui kerja sama tersebut, masyarakat nantinya tidak harus menunggu kedatangan kas keliling BI untuk mendapatkan layanan penukaran uang.

“Sehingga nanti dengan adanya kemitraan dengan PT POS Indo, dengan BRILink, masyarakat bisa melakukan penukaran sewaktu-waktu, karena BRILink kan sudah ada di masyarakat sekitar ada layanan-layanan. Nah, itu bisa datang ke agen-agen BRILink itu," ujarnya.

Mahdi berharap kemitraan tersebut dapat membuat layanan penukaran uang semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat, tidak harus menunggu kedatangan dari Bank Indonesia.

Dalam kegiatan kas keliling tersebut, BI membawa uang tunai hampir Rp1 miliar untuk memenuhi kebutuhan penukaran masyarakat di wilayah 3T.

Adanya layanan kas keliling tersebut memberikan kemudahan bagi warga, karena mereka tidak perlu menempuh perjalanan lebih jauh untuk menukarkan uang yang sudah lusuh maupun memperoleh pecahan yang dibutuhkan.

Salah satunya dirasakan Rosiati, warga Dusun Jojok, Kelurahan Kutawaru. Ia mengaku menukarkan uang rusak dan uang pecahan dalam layanan BI tersebut.

“Tadi nuker duit rusak sama nuker duit receh. Duit rusak, lecek-lecek, ada yang sobek, itu Rp240.000. Kalau uang receh ini tadi nuker Rp1 juta," ujarnya.

Ia mengatakan, biasanya ia mengumpulkan uang rusak atau lusuh terlebih dahulu dan baru menukarkannya ketika mendapat informasi mengenai kedatangan layanan penukaran uang dari BI. Dengan adanya layanan tersebut ia dan juga warga lainnya tidak perlu menyeberang dari Kutawaru ke Kota Cilacap untuk menukarkan uang ke bank.

“Senenglah. Membantu banget, kita nggak nyeberang-nyeberang lagi loh. Nuker pecahan 100 Ribu, ada 20 ribu, ada 10 ribu, 2 ribuan, buat sangu anak sekolah, ngaji, sama beli-beli kebutuhan sehari-hari," katanya.

Selain layanan penukaran, BI juga memberikan edukasi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Serta ada dialog pemenuhan Uang Layak Edar (ULE) bersama Pos Indonesia dan BRILink. Edukasi tersebut diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat untuk memperlakukan rupiah dengan baik serta menggunakan dan mengenali uang rupiah secara tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....