Dosen UIN Saizu Pentaskan Legenda Nyi Rantan Sari di TMII, Angkat Pesan Ekoteologi

  • 06 Okt 2026 09:30 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Legenda Nyi Rantan Sari dari Brebes Selatan diangkat ke panggung seni drama, tari, dan musik atau sendratasik di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (4/10/2026).

Pementasan tersebut menjadi bagian dari penampilan Duta Seni Kabupaten Brebes 2026. Selain mengenalkan kekayaan budaya lokal, pertunjukan membawa pesan tentang pentingnya menjaga alam melalui nilai-nilai spiritual atau ekoteologi.

Pimpinan produksi, Dr. Dimas Indianto Sastronagoro, mengatakan legenda Nyi Rantan Sari selama ini berkembang melalui tradisi tutur masyarakat Brebes Selatan. Karena itu, cerita tersebut diangkat ke panggung pertunjukan agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Selama ini legenda Nyi Rantan Sari hanya hidup di dalam cerita tutur masyarakat Brebes Selatan sebagai perempuan cantik penjaga wilayah Brebes Selatan. Belum ada yang mengangkat tema ini ke dalam ruang pertunjukan. Karena itu, saya memberanikan diri untuk mencoba mengangkatnya ke dalam pementasan sendratasik,” ujarnya.

Menurut Dimas, cerita Nyi Rantan Sari juga dibaca kembali dalam konteks persoalan lingkungan. Alam dan hutan tidak hanya dipandang sebagai ruang kehidupan, tetapi memiliki keterkaitan dengan nilai spiritual dan tanggung jawab manusia.

“Menjaga hutan dan alam bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga bagian dari tanggung jawab manusia terhadap kehidupan,” katanya.

Pertunjukan yang berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB tersebut disaksikan sekitar 700 penonton. Pementasan melibatkan seniman, pelajar, mahasiswa, serta sejumlah komunitas seni dari wilayah Brebes Selatan.

Di antaranya dari SMA Negeri 1 Sirampog, SMA Negeri 1 Paguyangan, SMK Ma’arif NU Paguyangan, SMK Negeri 1 Tonjong, Universitas Peradaban, dan SMP Negeri 1 Bantarkawung.

Dimas yang juga dosen UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri atau UIN Saizu Purwokerto menilai, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan daerah.

Melalui proses pementasan, para pelajar tidak hanya belajar seni pertunjukan, tetapi juga mengenal cerita rakyat, nilai lokal, serta persoalan lingkungan yang ada di daerahnya.

Kolaborasi juga melibatkan sejumlah sanggar dan komunitas seni Brebes Selatan. Pementasan tersebut menjadi ruang pertemuan antara seniman, pelajar, mahasiswa, komunitas, dan pemerintah daerah dalam memperkenalkan budaya Brebes di tingkat nasional.

Dengan mengangkat legenda lokal dan isu lingkungan dalam satu panggung, pementasan Nyi Rantan Sari diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian budaya sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menjaga alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....