Shelter Tsunami Tahan Gempa Dibangun Enam Lantai di Cilacap

  • 05 Okt 2026 16:19 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap - Shelter Tsunami setinggi enam lantai akan dibangun di Kelurahan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, sebagai tempat evakuasi vertikal bagi masyarakat pesisir saat terjadi tsunami. Pembangunan fasilitas senilai lebih dari Rp 83 miliar tersebut ditargetkan selesai pada Juli 2027.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Taryo mengatakan jika shelter tsunami dibangun oleh Pemerintah Pusat atas usulan dari Pemkab Cilacap. Shelter tsunami ini lokasinya berjarak sekitar 400 meter dari garis pantai dan dibangun di atas lahan seluas 24 ribu 106 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 11 ribu 742 meter persegi.

"Lokasinya di lahan bekas Pasar Ikan Higienis Cilacap yang berada di Jalan Lingkar Selatan," katanya.

Fasilitas tersebut dirancang untuk menampung warga yang membutuhkan tempat evakuasi sementara ketika bencana tsunami terjadi. Karena itu, shelter tersebut dirancang sebagai bangunan tahan gempa dan mampu menghadapi hantaman arus atau gelombang tsunami.

Taryo menyampaikan jika shelter tsunami tersebut dibangun sebagai upaya mitigas dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami.

"Shelter ini diharapkan untuk memperkuat upaya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana di wilayah pesisir. Karena, kesiapan menghadapi bencana tidak hanya membutuhkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga dukungan sarana dan prasarana penyelamatan," ujarnya.

Pembangunan shelter tsunami ini dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum yang dikerjakan PT Nindya Beton dengan nilai kontrak konstruksi sebesar Rp 83,25 miliar. Sementara pengawasan dan manajemen konstruksi dilaksanakan PT Widha dengan nilai kontrak Rp 2, 54 miliar.

Pekerjaan konstruksi berlangsung selama 300 hari kalender, mulai 25 September 2026 hingga 21 Juli 2027, dengan masa pemeliharaan selama 360 hari.

Selain sebagai tempat evakuasi, bangunan tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas umum ketika tidak terjadi bencana. BPBD juga akan mempertimbangkan pembangunan shelter tambahan di wilayah pesisir lainnya yang memiliki tingkat kerawanan bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....