Fakultas Dakwah UIN Saizu Dorong Mahasiswa Bijak Bermedia Digital

  • 05 Okt 2026 11:10 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas — Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar Diskusi Publik KOMDIGI x DAFEST 2026 bertema “Ekosistem Digital yang Sehat”. Kegiatan tersebut menjadi pembukaan rangkaian Dakwah Festival 2026 yang diinisiasi Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Dakwah.

Dekan Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Dr. Muskinul Fuad, M.Ag., mengatakan isu ekosistem digital relevan dengan kondisi mahasiswa dan generasi Z saat ini. Menurutnya, generasi muda perlu didampingi agar mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di era digital.

Muskinul menilai peningkatan literasi digital menjadi salah satu hal penting yang perlu diperkuat di kalangan generasi muda. Hal itu diperlukan agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh berbagai konten yang dapat memengaruhi pola pikir mereka.

“Literasi itu perlu dijaga kalau memang yang sudah tinggi itu, tapi pada kenyataannya generasi muda kita ini mengalami dalam bahasa lainnya mungkin dekadensi,” ujarnya.

Menurut Muskinul, mahasiswa juga perlu didorong untuk tidak hanya menjadi konsumen konten digital. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi produsen konten yang sehat, produktif, dan tidak mengandung berita bohong.

“Harus menjadi produsen untuk kemudian dunia digital kita itu lebih berisi pada konten-konten yang sehat, yang tidak merusak, tidak ada berita bohong,” katanya.

Sementara itu, Ketua DEMA Fakultas Dakwah, Nurfauhan Musyaffa, mengatakan mahasiswa perlu lebih bijak dalam menerima dan menganalisis informasi di media digital. Menurutnya, informasi tidak seharusnya langsung diterima tanpa melalui proses pemilahan.

“Sebagai mahasiswa harusnya lebih bijak dalam mengambil dan menganalisis segala informasi, biar enggak ditelan secara mentah-mentah,” ujarnya.

Nurfauhan berharap kegiatan tersebut membuat mahasiswa semakin mampu memilih dan memilah informasi. Dengan begitu, mahasiswa tidak mudah terseret isu yang berkembang di ruang digital.

“Harapannya sebagai mahasiswa dia menjadi seseorang yang pintar dalam memilih, memilah segala macam informasi agar dia juga tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang enggak jelas,” katanya.

Menurut Nurfauhan, mahasiswa juga perlu meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan digital karena ekosistem tersebut turut membentuk kebiasaan sehari-hari. Ia berharap pemahaman yang diperoleh melalui kegiatan dapat diterapkan dalam kehidupan mahasiswa. (Nurul Saputri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....