Gekrafs Banyumas Dorong Ekonomi Kreatif Tumbuh hingga Desa

  • 04 Okt 2026 22:32 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas — Potensi ekonomi kreatif di Banyumas tidak hanya berada di sektor seni dan pertunjukan. Kuliner, fashion, kriya, musik, otomotif, hingga industri digital juga menjadi bagian dari subsektor yang dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan.

Ketua DPC Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Banyumas Erik mengatakan, keberagaman subsektor tersebut menjadi modal untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat di Banyumas.

“Ekonomi kreatif pada dasarnya sederhana, yaitu ketika kreativitas dan keterampilan mampu menghasilkan nilai ekonomi serta membuka ruang rezeki bagi orang lain,” ujarnya saat pelantikan Pengurus DPC Gekrafs Banyumas di Ballroom Hotel Luminor Purwokerto, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Erik, para pelaku ekonomi kreatif yang tergabung dalam Gekrafs memiliki latar belakang, jejaring, dan modal sosial yang dapat dikembangkan untuk membangun kolaborasi antarsektor. Karena itu, ia menegaskan pelantikan kepengurusan baru bukan menjadi akhir dari kegiatan organisasi, tetapi awal untuk menjalankan kerja yang lebih konkret.

“Kami berkomitmen untuk menghindari kondisi pasif atau ampleng setelah pelantikan. Pekerjaan kita baru dimulai malam ini. Kita harus memperkuat kolaborasi, networking, promosi, pendampingan, serta membuka peluang-peluang baru di seluruh sektor ekonomi kreatif,” kata Erik.

Erik mengatakan Gekrafs Banyumas terbuka untuk bekerja sama dengan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, maupun masyarakat dari berbagai subsektor ekonomi kreatif. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas peluang usaha sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif di daerah.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan Banyumas memiliki sumber daya manusia kreatif, anak muda inovatif, serta kekayaan budaya yang dapat menjadi kekuatan ekonomi kreatif.

“Potensi tersebut harus kita dorong agar tidak hanya menjadi aktivitas ekonomi, tetapi berkembang menjadi kekuatan baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mengangkat identitas Banyumas,” ujar Sadewo.

Sadewo berharap Gekrafs tidak sekadar menjadi wadah berkumpul bagi pelaku ekonomi kreatif. Organisasi tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring, meningkatkan kapasitas, dan membuka akses pasar.

“Harapannya Gekrafs dapat menjadi rumah bersama bagi para pelaku ekonomi kreatif. Bukan hanya sebagai wadah berkumpul, tetapi juga sebagai ruang untuk bertukar gagasan, membangun jejaring, meningkatkan kapasitas, membuka akses pasar, serta mendorong lahirnya produk-produk kreatif Banyumas yang semakin berkualitas dan memiliki daya jual,” ucapnya.

Ia juga meminta pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan. Potensi yang ada di desa dan kecamatan perlu mendapat ruang yang sama untuk berkembang.

“Jangan sampai ekonomi kreatif hanya berkembang di pusat kota. Saya ingin potensi kreatif di desa-desa, kecamatan, dan berbagai komunitas dapat tumbuh dan memiliki ruang yang sama untuk berkembang,” tuturnya.

Pengurus DPC Gekrafs Banyumas periode baru dilantik di Ballroom Hotel Luminor Purwokerto, Sabtu (3/10/2026), dengan dihadiri Bupati Banyumas, jajaran Forkopimda, dan sejumlah tamu undangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....