Libatkan 1.000 Pelajar Membatik Kolosal di Kebumen
- 03 Okt 2026 11:18 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Kebumen - Ribuan pelajar di Kebumen memperingati Hari Batik Nasional 2026 dengan membatik kolosal secara langsung. Kegiatan tersebut menjadi upaya menanamkan kecintaan terhadap batik sekaligus mengasah kreativitas generasi muda.
Kegiatan Batik Kolosal Kontemporer 1.000 Canting digelar di GOR SMA Negeri 1 Klirong. Seribu canting dipegang para pelajar untuk mengenal proses membatik sekaligus menuangkan gagasan melalui karya mereka sendiri.
Semangat serupa berlangsung di SMA Negeri 1 Kebumen. Peringatan Hari Batik Nasional dirangkai dengan peluncuran Bulan Bahasa, memadukan batik, bahasa, dan ekspresi siswa sebagai bagian dari pembelajaran budaya.
Peringatan Hari Batik Nasional di sekolah menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik. Pelajar juga perlu mendapat ruang untuk berkarya, mengenal potensi daerah, dan mengembangkan keterampilan yang dapat menjadi bekal di masa depan. (Tia Anggraeni)
Kegiatan Batik Kolosal Kontemporer 1.000 Canting digelar di GOR SMA Negeri 1 Klirong. Seribu canting dipegang para pelajar untuk mengenal proses membatik sekaligus menuangkan gagasan melalui karya mereka sendiri.
Semangat serupa berlangsung di SMA Negeri 1 Kebumen. Peringatan Hari Batik Nasional dirangkai dengan peluncuran Bulan Bahasa, memadukan batik, bahasa, dan ekspresi siswa sebagai bagian dari pembelajaran budaya.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan, pelestarian budaya perlu melibatkan generasi muda secara langsung. Menurutnya, budaya tidak cukup hanya dikenalkan dan diwariskan, tetapi perlu diberi ruang untuk berkembang mengikuti kreativitas dan perubahan zaman.
Keterlibatan pelajar menjadi penting karena batik tidak hanya memiliki nilai budaya. Keterampilan dan kreativitas yang tumbuh dari proses tersebut juga dapat membuka peluang dalam kewirausahaan dan berbagai bidang ekonomi kreatif.
Peringatan Hari Batik Nasional di sekolah menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik. Pelajar juga perlu mendapat ruang untuk berkarya, mengenal potensi daerah, dan mengembangkan keterampilan yang dapat menjadi bekal di masa depan. (Tia Anggraeni)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....