Ruang Jelajah Setara Jadi Ruang Interaksi Peserta dengan Teman Tuli
- 03 Okt 2026 11:06 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Ruang Jelajah Setara menjadi bagian dari rangkaian Pekan Tuli Purwokerto 2026. Kegiatan tersebut memberi kesempatan peserta mempraktikkan bahasa isyarat dan berinteraksi langsung dengan Teman Tuli.
Salah satu peserta, Imelda Khairunnisa, tertarik mengikuti kegiatan setelah menjalani Kelas Bahasa Isyarat (KBI). Kelas tersebut digelar Himpunan Mahasiswa Bidikmisi dan KIP Kuliah (Himabisi KIPK) Unsoed bersama Batir Isyarat Banjoemas (BIB).
Imelda mengikuti KBI selama sekitar tiga hari sebelum melanjutkan pembelajaran bahasa isyarat. Ia kemudian mengikuti pendaftaran dan seleksi sebagai peserta Pekan Tuli Purwokerto 2026.
Menurut Imelda, Ruang Jelajah Setara menjadi kesempatan menerapkan kemampuan bahasa isyarat dari kelas. Peserta dapat mempraktikkan kemampuan tersebut melalui interaksi langsung dengan Teman Tuli.
“Menurut saya, itu menjadi kesempatan yang bagus untuk melanjutkan apa yang sudah saya pelajari,” ujar Imelda. Ia menyebut praktik langsung membantu peserta memahami penggunaan bahasa isyarat.
Ruang Jelajah Setara menghadirkan sejumlah kegiatan interaktif bagi peserta. Kegiatan meliputi perkenalan menggunakan bahasa isyarat, melukis gantungan kunci, permainan, dan pemberian penghargaan.
Imelda menyebut sesi melukis menjadi salah satu kegiatan yang paling berkesan. Peserta dapat berkomunikasi secara lebih alami dengan Teman Tuli selama kegiatan tersebut.
Peserta juga memperoleh koreksi secara langsung ketika melakukan kesalahan menggunakan bahasa isyarat. Pengalaman tersebut membuat Imelda memahami bahwa bahasa isyarat tidak sekadar menghafalkan gerakan tangan.
Menurut Imelda, komunikasi juga membutuhkan kemampuan membaca situasi dan menyesuaikan cara berkomunikasi. Hal tersebut penting ketika berinteraksi dengan orang yang memiliki cara komunikasi berbeda.
“Saya jadi lebih melihat teman-teman Tuli bukan dari keterbatasannya, tapi sebagai teman,” kata Imelda. Ia menyebut Teman Tuli dapat diajak beraktivitas dan belajar bersama.
Imelda berharap masyarakat tidak canggung berkomunikasi dengan Teman Tuli meski belum menguasai bahasa isyarat. Kemauan belajar dan mencoba dapat menjadi langkah awal membangun komunikasi yang lebih nyaman.
Ia juga berharap Pekan Tuli Purwokerto terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut diharapkan membuka lebih banyak kesempatan masyarakat berinteraksi langsung dengan Teman Tuli. (Niesela Nur Cahyani)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....