Murid SMPN 3 Pagedongan Buat 'Este Manis' Jadi Solusi Mitigasi

  • 02 Okt 2026 15:25 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara - PAGEDONGAN - Bagi sebagian siswa, letak sekolah di lereng bisa jadi sekadar latar belajar. Bagi siswa SMP Negeri 3 Pagedongan, letak itu justru memicu pertanyaan serius: seberapa aman bangunan sekolah mereka?

Gedung SMPN 3 Pagedongan berdiri di atas lereng curam dan menempati posisi paling tinggi dibandingkan bangunan di sekitarnya. Kekhawatiran siswa itu tidak dibiarkan menguap. Pihak sekolah menjadikannya proyek belajar lintas mata pelajaran tentang kesiapsiagaan tanah longsor. Dengan pendekatan bernama Este Manis (Etnostem for Humanism), Kamis 1 Oktober 2026, para siswa mempraktikkan bagaimana mitigasi dibangun.

Pendekatan Este Manis diinisiasi oleh guru dalam pembelajaran kolaboratif lintas mata pelajaran. Tujuannya, menghadirkan pembelajaran kontekstual yang mendalam dan sejalan dengan dimensi profil lulusan.

Empat Mata Pelajaran Satu Misi

Di mata pelajaran mata pelajaran IPS, siswa mengamati lingkungan kebun sekolah. Mereka memakai kecerdasan buatan (ChatGPT) untuk menganalisis letak geologis, karakteristik tanah, dan potensi bencana di sekitar mereka. Di mata pelajaran IPA, siswa belajar konsep pengukuran dengan merakit sendiri alat pengukur sudut kemiringan yang disebut klinometer.

Alat buatan siswa itu langsung dipakai di pelajaran Matematika. Siswa membidik dan mengukur lereng sekolah, dan hasilnya cukup mengejutkan: kemiringan mencapai 30 hingga 45 derajat. Angka itu tergolong kawasan curam berisiko bencana tinggi.

Temuan itu kemudian dibawa ke pelajaran Inormatika, dimana murid menerapkan empat pilar computational thinking untuk mencari solusi mitigasi, bahkan tanpa menyalakan computer melalui: Dekomposisi atau memecah masalah besar dipecah menjadi bagian kecil, menentukan bahan peraga, mendesain sudut lereng pada kardus, merancang simulasi hujan dari botol air berlubang, dan memilih jenis penahan lereng.

Pengenalan pola. Siswa mengamati pemicu longsor, yakni lereng curam tanpa vegetasi dan resapan air berlebih. Mereka juga membandingkan kecepatan longsor pada tanah yang diberi penahan dengan yang tidak.

Abstraksi dan berpikir algoritmik. Siswa menyusun langkah eksperimen secara runtut. Mereka membuat model lereng dari kardus, mengisinya dengan tanah asli sekolah, mengucurkan hujan buatan, dan mengamati titik awal erosi. Setelah itu mereka menguji penambahan model talud serta vegetasi buatan dari kawat.

Akar Wangi, Pahlawan di Bawah Tanah

Dari simulasi itu, siswa menyimpulkan bahwa penanaman rumput vetiver (akar wangi) sangat efektif menahan longsor. Akarnya menancap dalam, antara 5 meter hingga lebih dari 30 meter.

Pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Siswa membagikan bibit akar wangi kepada warga di sekitar sekolah sebagai aksi nyata pencegahan bencana. Hasil belajar mereka kini berada di pekarangan rumah warga.

Apresiasi dari Sekolah dan Siswa

Kepala SMPN 3 Pagedongan, Asri Ratna Sari, mengapresiasi keberlanjutan proses ini, mulai dari pemetaan aset sekolah hingga evaluasi dan perancangan ulang pembelajaran. “Pembelajaran tidak berhenti di dalam kelas. Para siswa membagikan bibit tanaman akar wangi kepada warga sekitar sekolah sebagai aksi nyata pencegahan bencana," ungkap Asri.

Bagi siswa, pengalaman ini membekas, sangat berkesan karena bisa belajar langsung di luar ruangan dan merakit klinometer sendiri. Ia juga merasa bisa ikut berkontribusi bagi keselamatan warga.

Dari kardus, botol air, dan tanah kebun sekolah, siswa SMPN 3 Pagedongan menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran tidak selalu butuh perangkat mahal. Yang dibutuhkan adalah persoalan nyata, kolaborasi antar-guru, dan keberanian membawa ilmu keluar dari kelas.

"Rasanya luar biasa sekali. Kami tidak hanya duduk menghafal rumus di kelas, tapi bisa merakit klinometer sendiri, turun ke kebun, dan hasilnya benar-benar berguna untuk orang tua kami di rumah. Rasanya kami ikut menjaga desa ini," tambah Rian salah satu siswa yang melaksanakan praktik tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....