Bantuan Luar Negeri Perkuat Posisi Diplomasi dan Pasar Ekonomi Indonesia

  • 01 Okt 2026 15:17 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas — Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar talk show bersama Indonesian AID di Aula FISIP pada Kamis (1/10/2026). Talkshow ini membahas pemberian bantuan Indonesia kepada negara lain dalam kaitannya dengan hubungan diplomatik dan kerja sama ekonomi.

Akademisi Hubungan Internasional Unsoed Arief Bakhtiar Darmawan menyampaikan, Indonesia menjadi salah satu negara yang aktif dalam forum-forum internasional. Karena itu, menurutnya, Indonesia membutuhkan dukungan dari negara lain untuk memperkuat posisi dan memperjuangkan kepentingan nasional di berbagai forum multilateral maupun regional.

“Indonesia ini salah satu negara yang aktif dalam multilateral maupun regional ya. Jadi di forum-forum internasional, Indonesia itu perlu untuk mencari dukungan negara-negara, karena di forum-forum seperti PBB, satu negara satu vote,” ucap Arief.

Arief mengatakan, dukungan tersebut penting terutama dalam forum internasional yang menerapkan sistem pemungutan suara, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa. Arief menyebut, Indonesia pernah mendapatkan dukungan negara lain dalam pencalonan sebagai anggota Dewan Keamanan PBB dan Dewan Hak Asasi Manusia.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan dengan negara lain tidak hanya berkaitan dengan kerja sama bilateral, tetapi juga dapat mendukung kepentingan Indonesia di tingkat global.

“Jadi sebanyak mungkin kita berteman, maka semakin besar juga peluang Indonesia untuk mendapatkan kepentingan nasional yang diinginkan,” tutur Arief.

Selain diplomasi, hubungan dengan negara lain juga berkaitan dengan kepentingan ekonomi. Arief mengatakan, Indonesia saat ini mendorong diversifikasi ekonomi dengan memperluas penerimaan produk dalam negeri di pasar global.

Pemanfaatan produk dan jasa dalam negeri dalam pemberian bantuan Indonesia, menurut Arief, dapat menjadi salah satu bagian dari upaya memperkenalkan produk Indonesia kepada masyarakat di negara penerima. Dengan demikian, bantuan luar negeri tidak hanya berkaitan dengan hubungan diplomatik, tetapi juga dapat membuka peluang bagi berkembangnya kerja sama ekonomi.

Hal tersebut juga dipahami peserta talkshow Shofiyyah. Ia menilai penggunaan produk dan jasa dari dalam negeri dalam pemberian bantuan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi produk Indonesia untuk masuk ke negara penerima bantuan.

Shofiyyah menambahkan, penggunaan produk dan jasa dalam negeri juga membuat pemberian bantuan tidak hanya berkaitan dengan penyaluran bantuan kepada negara penerima, tetapi juga melibatkan produk dan tenaga kerja dari Indonesia, sehingga manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut dapat kembali dirasakan di dalam negeri.

“Tadi juga disebutkan bahwa bantuan yang diberikan ini menggunakan produk dan jasa dari dalam negeri, yang mana nanti keuangannya juga, gajinya juga balik ke rakyat Indonesia sendiri dan juga dari produk dan jasa-jasa yang dikirimkan dari dalam negeri ke luar negeri, itu nantinya memperluas produk-produk di negara penerima hibah, yang nantinya juga mungkin bisa memperluas, menghadirkan kerja sama ekonomi,” ujar Shofiyyah. (Seftiamala Awalia).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....