Hibah Indonesia Dinilai Bisa Buka Peluang Kerja Sama Ekonomi
- 01 Okt 2026 14:38 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas — Indonesian AID mendorong pemanfaatan hibah sebagai salah satu instrumen diplomasi Indonesia. Hibah tidak hanya diberikan untuk membantu negara penerima, tetapi juga memperkuat hubungan dan reputasi Indonesia.
Direktur Utama Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (Indonesian AID), Dalyono, S.E., M.B.A., mengatakan pemberian hibah merupakan wujud solidaritas Indonesia. Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari prinsip diplomasi Indonesia.
Menurut Dalyono, hibah juga dapat meningkatkan reputasi Indonesia di negara penerima. Reputasi tersebut penting untuk membangun dan memperluas kerja sama antarnegara.
“Yang pertama tentu merupakan wujud solidaritas kita. Kita tegaskan lagi dalam bentuk solidaritas melalui hibah,” kata Dalyono.
Dalyono menjelaskan, hibah Indonesian AID diberikan dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan negara penerima. Bentuknya antara lain bantuan pembangunan, beasiswa, pelatihan, tenaga ahli, serta pengadaan barang dan jasa.
Selain itu, Indonesian AID menyalurkan hibah kemanusiaan untuk merespons bencana, konflik, perang, maupun kondisi darurat. Bantuan tersebut mencakup pangan hingga dukungan terhadap fasilitas kesehatan.
Menurut Dalyono, manfaat hibah juga dapat berkembang menjadi kerja sama ekonomi. Salah satunya melalui bantuan produk Indonesia yang kemudian membuka peluang bagi produk tersebut memasuki pasar negara penerima.
Ia mencontohkan bantuan vaksin produksi Indonesia kepada Nigeria yang kemudian berkembang menuju peluang pembelian dan transfer teknologi. Hal tersebut menunjukkan hibah dapat menjadi bagian dari upaya memperluas kerja sama Indonesia dengan negara lain. (Nurul Saputri)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....