Jenazah Maolana Purwa Korban KM Virgo Transport 8, Dimakamkan di Cilacap

  • 29 Sep 2026 20:25 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap - Jenazah warga Cilacap yang menjadi korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, Maolana Purwa Wibowo (18) berhasil ditemukan dan jenazahnya dikirimkan ke keluarganya di Desa Danasri Kidul, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap pada Selasa (29/9/2026).

Jenazah Maolana tiba di rumah duka pada pukul 10.49 WIB, dan langsung di sambut dengan isak tangis dari keluarga. Sekitar pukul 11.21 WIB, jenazah putra pertama dari Mukholidin (44) dan Umi Salamah ini dimakamkan di TPU terdekat.

Maolana berhasil diidentifikasi setelah di evakuasi Tim SAR dari KM Virgo Transport 8. Pada jasadnya ditemukan dompet berisi uang Rp13 ribu, identitas Maolana dan satu KTP milik neneknya, serta satu buah ponsel.

Nama Maolana diumumkan Tim DVI Polda Kalimantan Selatan menjadi salah satu dari 16 korban yang berhasil diidentifikasi pada Senin (28/9/2026).

Mukholidin, ayah Maolana mengatakan jika pertemuan terakhirnya di malam sebelum anaknya berangkat ke Kalimantan, yakni Kamis malam, atau 11 September 2026. Anaknya berpaitan akan bekerja di ladang sawit, untuk membersihkan lahan sebelum ditanami.

"Waktu mau berangkat pamitan, sekitar jam 11 malam saya ke sini (rumah kakek Maolana), itu pertemuan terakhir, saya cuman merestui kepergiannya, mau bekerja di Kalimantan, saya cuman nasehatin ati-ati di jalan, yang kuat, yang kuat, yang kuat saya bilang begitu, harus tabah, sabar di jalan ngga boleh bikin salah," ujarnya.

Sebelum kejadian Mukholidin mengaku tidak nyaman dan terus kepikiran anak pertamanya ini. Dan tahu kejadian kecelakaan itu pada hari Minggu, 14 September sekitar pukul 3 sore karena diberi kabar oleh saudaranya.

"Setelah itu ngga komunikasi, karena dia tidak bawa HP, dikasih HP waktu di Surabaya waktu mau naik kapal, itu kemungkinan belum sempet pasang kartu jadi belum komunikasi. Semenjak dia pergi, saya juga tidur tidak tenang, seperti terasa mau terjadi sesuatu, pas dikabari hari Minggu, saya langsung ke rumah pak Romelan," katanya.

Maolana diketahui pergi ke Kalimantan, bersama dengan lima orang lainnya dari Nusawungu. Ia bekerja ke Kalimantan karena diajak oleh Ramlan, warga Nusawungu yang hingga saat ini juga belum ditemukan keberadaannya.

"Rombongannya ikut Pak Ramlan, yang saat ini belum ketemu, yang empat alhamdulillah selamet, dari empat ini tiga sudah pulang dan satu masih di Banjarmasin dengan kakeknya, ya Alhamdulillah yang tiga sudah silaturahmi ke sini, dan cerita," katanya.

Menurutnya anak pertamanya ini memang sudah terbiasa ingin membantu orang tua dengan bekerja. Meski Maolidin tidak lulus SMP, namun tekadnya untuk memberi nafkah keluarganya sangat tinggi.

"Biasanya kerja di sekitar sini saja, apa saja yang penting bisa menghasilkan, ini baru kali kali mau kerja ke luar, saya bilang nanti saja nunggu fisiknya kuat, belum punya pengalaman, tapi mungkin dia ngga bisa menahan membantu orang tua, jadi saya mengizinkan," katanya.

Jasa Raharja juga terpantau datang ke rumah duka, serta memberikan uang santunan bagi ahli waris sejumlah Rp 70 juta, di mana Rp 50 juta dari Jasa Raharja dan Rp 20 juta dari Jasaraharja Putra.

Hingga Selasa siang, sejumlah pelayat masih berdatangan ke rumah kakek Maolana, Nyamun (70) untuk memberikan bela sungkawa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....