BPBD Banyumas Catat 54 Karhutla, Luas Terdampak 52,53 Hektare
- 29 Sep 2026 15:22 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas mencatat 54 kejadian kebakaran hutan dan lahan hingga Senin (28/9/2026). Luas lahan terdampak karhutla mencapai 52,53 hektare.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, menyebut lokasi karhutla cukup beragam. Kebakaran terjadi di kawasan hutan, perkebunan warga, hingga sejumlah wilayah perkotaan.
“Untuk kejadian karhutla, kami mencatat sampai dengan hari ini ada 54 kejadian kebakaran hutan dan lahan,” kata Abdul. Ia menyebut luas lahan terdampak mencapai 52,53 hektare.
Sejumlah kejadian tercatat di Kecamatan Ajibarang, termasuk Desa Sawangan dan Desa Lesmana. Kecamatan Purwojati juga menjadi salah satu wilayah dengan kejadian cukup tinggi.
Karhutla juga terjadi di Kecamatan Jatilawang, meliputi Desa Pekuncen dan Desa Gunung Wetan. Kejadian lainnya tercatat di wilayah Kecamatan Rawalo.
Kebakaran tidak hanya terjadi di kawasan perhutanan dan perkebunan. Sejumlah lokasi perkotaan juga terdampak, termasuk Desa Kedungrandu dan kawasan eks TPA Gunung Tugel.
Kebakaran juga tercatat di Kelurahan Tanjung dan Kelurahan Grendeng pada awal kejadian. Abdul mengatakan penyebab pasti seluruh kebakaran tersebut belum diketahui.
Namun, temuan lapangan menunjukkan sejumlah kejadian diduga berkaitan dengan aktivitas pembersihan lahan. Masyarakat disebut masih melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar.
“Dimungkinkan dugaan awal, utamanya pada saat pembersihan lahan oleh masyarakat setempat,” ujar Abdul. Pembakaran juga berisiko meluas ketika tidak diawasi hingga api benar-benar padam.
Kondisi serupa dapat terjadi saat masyarakat membakar tumpukan sampah di lahan. Api berpotensi meluas ketika masyarakat meninggalkan lokasi sebelum pembakaran selesai.
Dalam penanganannya, BPBD Banyumas berkoordinasi dengan berbagai unsur lintas sektor. Penanganan melibatkan pemadam kebakaran, Satpol PP, pemerintah desa, masyarakat, relawan, TNI, dan Polri.
Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut terlibat dalam penanganan karhutla. BPBD juga mendapat dukungan Masyarakat Peduli Api atau MPA di sejumlah wilayah.
Abdul mengimbau masyarakat menghindari pembakaran saat membersihkan lahan maupun membakar sampah. Jika pembakaran dilakukan, masyarakat diminta mengawasi hingga api benar-benar padam.
“Ditunggu sampai selesai dan dipastikan setelah aktivitas dipadamkan apinya,” ungkap Abdul. Menurutnya, udara panas dan angin kencang juga dapat mempercepat penyebaran api. (Fatimatuzzahro)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....