Kebakaran di TPST Kedungrandu Berhasil Dijinakkan, Butuh Enam Mobil Pemadam

  • 20 Sep 2026 18:28 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Kebakaran yang melanda kawasan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, dilaporkan mulai terkendali pada Minggu (20/9/2026) sore. Api yang sempat membesar dan merembet ke permukiman warga sejak siang hari kini tersisa kepulan asap.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Banyumas, Andaru Budilaksono, mengatakan pihaknya sudah berhasil melokalisir titik api dan saat ini tim pemadam tengah beristirahat setelah bertugas seharian.

"Kalau untuk saat ini masih terkendali, kita baru istirahat. Untuk api sudah bisa terkondisikan, sudah bisa kita lokalisir," kata Andaru.

Menurutnya, kobaran api besar yang sebelumnya membumbung tinggi kini sudah tidak terlihat lagi. Yang tersisa di lokasi hanya kepulan asap.

"Iya, tinggal asap saja ini," ujarnya.

Andaru menjelaskan, pihaknya menerima laporan kejadian saat kondisi api di lokasi sudah membesar. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti awal mula kejadian karena baru mendapat informasi setelah api membesar.

Ia menyebut laporan tersebut masuk sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung mengerahkan personel dan armada ke lokasi kejadian. Total ada 6 unit mobil pemadam yang dikerahkan untuk menjinakkan api.

"Laporan masuk jam 13.30, saat sampai api sudah membesar. Dari kita lima unit, terus dari bantuan dari pos Kroya Cilacap 1 unit " ujarnya.

Andaru menyebut api yang berasal dari kawasan eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) itu merembet akibat angin kencang yang mengarah ke utara, hingga berdampak pada bangunan di sekitar lokasi.

"Yang kebakar itu yang jelas kan dari apa, eks TPA ya. Itu merembet-merembet karena angin yang membesar dan angin ke arah utara. Itu tadi sampai ada sekitar dua bangunan yang kena imbasnya, kebakar juga," ungkapnya.

Sementara terkait kondisi bangunan TPST sendiri, Andaru enggan menjelaskan lebih jauh dan meminta hal tersebut dikonfirmasi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selaku pihak yang berwenang.

Andaru mengungkapkan ada tiga kendala utama yang dihadapi timnya selama proses pemadaman berlangsung. Yakni angin yang membuat api membesar, asap yang tebal, dan kesulitan sumber air.

Meski begitu, ia memastikan api sudah mulai bisa dikendalikan sejak sore hari.

"Sekitar jam 5 sudah bisa dikendalikan," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....