Warga Soroti Juru Parkir Liar di Sejumlah Kawasan Purwokerto
- 18 Sep 2026 14:56 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Keberadaan juru parkir liar di sejumlah kawasan Purwokerto dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat. Warga menyoroti pungutan parkir, pelayanan, serta penataan kendaraan di tepi jalan.
Salah seorang warga, Pradana Dafa, mengatakan parkir liar kerap ditemui saat membeli makanan. Menurutnya, warga tetap diminta membayar meski hanya berhenti dalam waktu singkat.
“Menurut saya, parkir liar sangat mengganggu,” kata Pradana. Ia menyebut keberadaan juru parkir liar kerap ditemuinya di lokasi makanan pinggir jalan.
Warga lainnya, Diandra Yowan Narasraya Wiyono, mengaku mengalami kondisi serupa di kawasan Grenden, Purwokerto Utara. Ia menyebut juru parkir terkadang tidak terlihat ketika kendaraan datang.
Menurut Diandra, juru parkir baru muncul ketika pengendara hendak meninggalkan lokasi. Pungutan tetap diminta meski kendaraan hanya berhenti sebentar.
“Menurut aku seribu rupiah di setiap stopan juga enggak worth it,” ujar Diandra. Ia juga mengaku pernah tidak membawa uang tunai ketika diminta membayar parkir.
Meski demikian, kedua warga mengakui juru parkir dapat membantu dalam kondisi tertentu. Namun, pelayanan dinilai belum selalu sebanding dengan pungutan yang diminta.
Pradana mengatakan sejumlah juru parkir hanya meminta uang tanpa membantu pengendara. Ia menyebut ada juru parkir yang langsung pergi setelah menerima pembayaran.
“Beberapa juru parkir liar tuh hanya ingin duitnya saja,” tutur Pradana. Menurutnya, juru parkir seharusnya memberikan bantuan setelah menerima pembayaran.
Diandra menyebut terdapat juru parkir yang membantu menyeberangkan atau mengatur kendaraan. Namun, ia lebih sering menemukan juru parkir yang tidak memberikan bantuan.
Dari sisi tarif, Pradana menilai biaya seribu rupiah masih dapat diterima jika disertai pelayanan. Ia berharap juru parkir membantu mengeluarkan kendaraan atau menyeberangkan warga.
Sementara itu, Diandra mengaku pernah menemukan juru parkir meminta Rp2.000 untuk kendaraan roda dua. Menurutnya, pungutan tersebut berbeda dengan tarif seribu rupiah yang diketahuinya.
Dari sisi keamanan, Pradana merasa terbantu ketika juru parkir berada di lokasi ramai. Sebaliknya, Diandra masih merasa waswas karena juru parkir tidak selalu berada di lokasi.
Ia juga menyoroti risiko kendaraan lecet akibat penataan parkir yang kurang rapi. Kondisi tersebut dinilai mengurangi kenyamanan masyarakat saat meninggalkan kendaraan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pradana meminta pemerintah melakukan penindakan terhadap juru parkir yang meresahkan. Ia berharap pelanggaran parkir dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan.
Diandra menyarankan pemerintah menyediakan lahan parkir khusus, terutama kawasan kuliner Jalan Kampus. Menurutnya, penataan tersebut dapat mengurangi parkir tepi jalan yang berpotensi menghambat lalu lintas. (Rifda Saridewi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....