Lapas Brebes Dorong Warga Binaan Lebih Produktif Lewat Budidaya Jamur Tiram
- 16 Sep 2026 16:16 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Brebes - Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes mendapat peluang untuk mengembangkan keterampilan budidaya jamur tiram secara lebih produktif. Hal ini diwujudkan melalui kerja sama Lapas Brebes dengan Bertoz Jamur yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Senin (14/9).
Kerja sama yang berlangsung di Lapas Brebes tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat pembinaan kemandirian WBP sekaligus mengembangkan kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala Lapas Brebes, Mudo Mulyanto, bersama pemilik Bertoz Jamur, Tasdik. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Binadik dan Giatja, Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja, serta jajaran staf Lapas Brebes.
Melalui kerja sama ini, WBP akan mendapatkan ruang pembelajaran dan pengalaman dalam mengelola budidaya jamur tiram, mulai dari proses pemeliharaan hingga pengembangan hasil produksi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan WBP ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Brebes, Mudo Mulyanto, mengatakan bahwa pembinaan kemandirian harus diarahkan pada keterampilan yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan.
“Kami ingin Warga Binaan mendapatkan keterampilan yang benar-benar bisa dimanfaatkan. Melalui kerja sama dengan Bertoz Jamur, kami berharap budidaya jamur tiram tidak hanya menjadi kegiatan pembinaan, tetapi juga berkembang menjadi kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Mudo.
Menurut Mudo, keterlibatan mitra dari luar Lapas menjadi bagian penting dalam memperluas kualitas pembinaan. Dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan teknis sekaligus membuka peluang pemasaran bagi hasil produksi warga binaan.
“Sinergi seperti ini penting karena pembinaan membutuhkan dukungan banyak pihak. Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperluas akses pemasaran, sehingga hasil kegiatan WBP semakin memiliki nilai manfaat,” lanjutnya.
Sementara itu, Pemilik Bertoz Jamur, Tasdik, menyambut baik kerja sama dengan Lapas Brebes. Menurutnya, budidaya jamur tiram memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai keterampilan produktif yang dapat memberikan pengalaman sekaligus membuka peluang usaha bagi Warga Binaan.
“Kami melihat kegiatan budidaya jamur tiram memiliki peluang yang baik untuk dikembangkan di Lapas. Kami siap mendukung proses pembelajaran dan pengembangan budidaya agar Warga Binaan memiliki keterampilan yang bisa terus mereka manfaatkan, termasuk ketika sudah kembali ke masyarakat,” kata Tasdik.
Tasdik berharap kerja sama tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, khususnya dalam mendukung pembinaan kemandirian.
Selain menjadi bagian dari pembinaan kemandirian, budidaya jamur tiram juga diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan. Lapas Brebes terus mengembangkan berbagai kegiatan produktif yang dapat menghasilkan pangan sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi WBP.
Kerja sama dengan Bertoz Jamur diharapkan mampu meningkatkan keberlanjutan budidaya, baik dari sisi kualitas produksi maupun pengembangan pasar. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak berhenti pada proses pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas produktif yang memberikan manfaat nyata.
Bagi Lapas Brebes, keterampilan seperti budidaya jamur tiram merupakan bagian dari proses mempersiapkan WBP agar memiliki kemampuan, pengalaman, dan kepercayaan diri untuk menjalani kehidupan secara mandiri setelah kembali ke masyarakat.
Lapas Brebes akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi Warga Binaan serta mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....