Dosen Psikologi UMP Ungkap Dorongan Psikologis Remaja Terlibat Balap Liar

  • 16 Sep 2026 15:50 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Dosen Psikologi UMP, Dr. Ugung Dwi Ario W., S.Psi., M.Psi., mengungkapkan sejumlah faktor psikologis yang menjadi pendorong fenomena balap liar dan kenakalan remaja saat ini. Berdasarkan sudut pandang psikologi, perilaku berisiko tersebut dipicu oleh pencarian sensasi hingga tekanan lingkungan.

Dr. Ugung Dwi Ario W. menjelaskan bahwa alasan utama yang kerap mendasari keterlibatan remaja dalam balap liar adalah Sensation Seeking atau pencarian sensasi. Mereka cenderung mencari olahraga dengan dorongan adrenalin tinggi serta haus akan perhatian lingkungan.

"Yang pertama karena Sensation Seeking atau mencari sensasi. Yang kedua adalah identitas diri atau Self-Esteem. Mereka mendapat identitas dianggap keren, mantap, atau hebat oleh teman-teman sebaya dan komunitasnya, yang menganggap itu sebagai prestasi tertinggi," kata Dr. Ugung.

Selain pencarian jati diri, faktor emosional juga memegang peranan. Remaja kerap melakukan Emotional Escape atau pelampiasan saat menghadapi masalah emosional di rumah. Dorongan ini diperparah oleh tekanan teman sebaya Peer Pressure serta minimnya wadah penyaluran minat balap secara legal dan aman.

Menurut Dr. Ugung, perilaku berisiko yang dilakukan secara berulang dapat berdampak buruk pada perkembangan psikologis jangka panjang. Secara kognitif, hal tersebut dapat mengganggu fungsi Prefrontal Cortex bagian otak yang berperan dalam mengambil keputusan dan moralitas, sehingga pelaku makin sulit membedakan tindakan benar dan salah. Dampak lainnya mencakup kecanduan adrenalin, normalisasi perilaku berbahaya, hingga terjadinya Juvenile Delinquency atau kenakalan remaja yang menetap akibat tumpulnya rasa bersalah.

Guna mengantisipasi hal ini, ia menekankan pentingnya perubahan pola asuh orang tua dari otoritarian menjadi otoritatif, yakni bersifat tegas namun tetap mengedepankan diskusi dan komunikasi asertif dengan anak. Selain itu, peran kegiatan positif seperti olahraga, seni, maupun organisasi sangat efektif untuk mengalihkan fokus remaja dari aksi balap liar dan perilaku destruktif lainnya.

"Pikirkan masa depanmu, hidup bukan hanya untuk hari ini. Cari aktivitas sesuai minat dan bakatmu, jangan cuma ikut-ikutan orang lain. Serta pilihlah teman yang baik, karena teman yang baik akan mengarahkan pada hal-hal yang baik," ujar Dr. Ugung Dwi Ario W. berpesan kepada para remaja. (Fahira Dinda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....