Tingkatkan Life Skill Warga, Tim PPK Ormawa Gelar Program Desa Cerdas

  • 14 Sep 2026 09:29 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) meluncurkan program Desa Cerdas di desa sasaran guna mendongkrak kualitas pendidikan nonformal dan keterampilan (life skill) masyarakat setempat.

Anggota Tim PPK Ormawa, Nabila Zahra, menjelaskan bahwa latar belakang dilaksanakannya program Desa Cerdas ini dipicu oleh tingginya angka masyarakat yang hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat Sekolah Dasar (SD).

"Di desa sasaran, tingkat pendidikan masyarakat tamatan sekolah dasar itu cukup tinggi, yakni mencapai sekitar 82 persen. Karena saya dari latar belakang jurusan PGSD, program Desa Cerdas ini sangat linear karena berbasis pendidikan nonformal," ujar Nabila saat diwawancarai.

Dalam pelaksanaannya, tim menggelar sekolah nonformal secara rutin dua kali dalam seminggu. Pembelajaran fokus pada pemberian materi dan pelatihan keterampilan praktis untuk mendorong masyarakat agar lebih cerdas, aktif, dan produktif.

Respon serta partisipasi masyarakat setempat tergolong sangat tinggi. Warga tidak hanya hadir dalam sesi teori, tetapi juga aktif membawa bahan baku sendiri saat praktik berlangsung.

"Masyarakat sangat antusias. Ketika ada praktik pembuatan gula aren kristal, warga bahkan secara sukarela membawa bahan nira milik mereka sendiri untuk diolah bersama," jelas Nabila.

Selain gula aren, desa sasaran tersebut memiliki dua potensi utama lainnya yang berpeluang besar untuk dikembangkan, yakni Gelagah Arjuna dan Kopi Robusta. Selama ini, masyarakat hanya menjual potensi tersebut dalam bentuk bahan mentah. Melalui program ini, tim memberikan inovasi pengolahan agar produk memiliki nilai jual lebih tinggi.

Dampak dari program ini mulai dirasakan secara nyata oleh warga. Selain terampil membuat gula aren kristal, masyarakat kini juga sudah mampu memproduksi pupuk kompos sendiri untuk kebutuhan pertanian mereka.

Kendati sempat menghadapi tantangan pembagian waktu akibat padatnya kegiatan desa sepanjang bulan Juli hingga Agustus serta jadwal perkuliahan tim, permasalahan tersebut dapat diatasi melalui musyawarah dan pembagian tugas tim.

Guna menjaga keberlanjutan program setelah masa pengabdian selesai, tim PPK Ormawa telah membentuk kelembagaan desa serta merancang alur kegiatan (roadmap) untuk beberapa tahun ke depan. Lembaga inilah yang nantinya mengelola program yang sudah berjalan, termasuk keberlanjutan enam fasilitas Pojok Literasi di desa tersebut. (Fahira Dinda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....