Hari Pramuka ke-65, Kwarda Jateng Dorong Pramuka Jadi Bagian dari Solusi
- 10 Sep 2026 13:49 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Gerakan Pramuka Jawa Tengah didorong untuk terus memperkuat peran dan pengabdian kepada masyarakat di tengah berbagai tantangan zaman. Pramuka tidak hanya dituntut menjadi organisasi pendidikan bagi generasi muda, tetapi juga harus mampu hadir dan memberikan solusi atas persoalan di masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Bidang Bela Negara, Mental, dan Spiritual Kwaran, Mayjen TNI (Purn.) Widagdo Hendro Sukoco, saat mewakili Ketua Mabida Kwarda Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dalam Upacara Hari Pramuka ke-65 di GOR Satria Purwokerto, Kamis (10/9/2026).
Widagdo mengatakan, peringatan Hari Pramuka menjadi momentum untuk kembali memperkuat semangat, pengabdian, dan tanggung jawab gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda Jawa Tengah.
Menurutnya, peringatan tahun ini semakin istimewa dengan pelaksanaan Estafet Tunas Kelapa (ETK) yang menjadi salah satu ciri khas peringatan Hari Pramuka di Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan dari 14 titik keberangkatan hingga berakhir di Kwartir Cabang Banyumas.
“Estafet Tunas Kelapa bukan sekadar perjalanan simbolik, melainkan gambaran tentang estafet nilai, estafet semangat, dan estafet pengabdian dari satu generasi kepada generasi berikutnya,” kata Widagdo.
Widagdo juga meminta Pramuka tidak hanya menjadi penonton dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. Pramuka diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, hingga kesiapsiagaan bencana.
Selain itu, Pramuka dituntut ikut menghadapi berbagai ancaman yang menyasar generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, perundungan, judi online, pergaulan bebas, hoaks, provokasi, hingga paham yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
“Pramuka jangan hanya menjadi penonton, Pramuka harus menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.
Di era digital, Widagdo mendorong Gerakan Pramuka Jawa Tengah terus melakukan transformasi digital dan modernisasi tata kelola organisasi. Pemanfaatan teknologi, termasuk pengembangan sistem surat elektronik dan aplikasi kepramukaan, dinilai penting agar organisasi semakin cepat, transparan, andal, dan adaptif.
Meski demikian, ia mengingatkan agar kemajuan teknologi tetap diimbangi dengan penguatan karakter.
“Teknologi adalah alat, namun karakter harus tetap menjadi fondasi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Widagdo juga memberikan apresiasi kepada Kwarcab Banyumas atas pengelolaan pencapaian Pramuka Garuda. Menurutnya, Banyumas memiliki sistem yang baik dan terukur, dengan tidak hanya mengejar kuantitas tetapi juga kualitas.
Sistem tersebut dinilai dapat menjadi contoh bagi kwartir cabang lain di Jawa Tengah dalam memfasilitasi anggota Pramuka mencapai tingkat Pramuka Garuda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....