Kemarau Berdampak pada Luas Tanam Padi di Banyumas

  • 09 Sep 2026 16:11 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Musim kemarau berdampak pada sektor pertanian di Kabupaten Banyumas, terutama tanaman padi yang membutuhkan ketersediaan air cukup. Sejumlah lahan sawah mulai mengalami kekurangan air, termasuk di wilayah yang memiliki jaringan irigasi karena debit air yang semakin berkurang.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Yusuf Khanafi, SP, mengatakan lahan sawah tadah hujan menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Selain itu, sejumlah wilayah yang berada dalam jaringan irigasi juga mengalami kendala karena sumber air yang tersedia semakin terbatas.

“Yang paling terdampak terutama wilayah-wilayah yang bukan masuk dalam peta irigasi kami, seperti sawah tadah hujan di Purwojati dan Gumelar. Namun, di wilayah yang masuk irigasi pun airnya kurang,” ujar Yusuf dalam Dialog Kenthongan Pro 1 RRI Purwokerto (08/09/2026).

Yusuf mengatakan, kondisi kemarau turut memengaruhi luas tanam padi pada periode Juni hingga Agustus 2026. Untuk mengantisipasi keterbatasan air, Dinas Pertanian mendorong petani di wilayah rawan air untuk menanam palawija seperti jagung, kedelai dan kacang hijau, serta mengembangkan padi gogo yang lebih tahan terhadap kondisi air terbatas.

Sementara itu, Petani Milenial, Rangga Setiawan, mengatakan efisiensi penggunaan air dapat dilakukan melalui sejumlah inovasi, salah satunya irigasi tetes dan pembuatan kolam penampungan air. Ia juga mengajak generasi muda untuk melihat pertanian sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan dengan dukungan teknologi.

“Petani sekarang tidak identik dengan cangkul, kotor dan sebagainya. Dengan perkembangan informasi, teknologi dan pemasaran, sektor pertanian justru sangat ideal untuk diperankan anak-anak muda,” kata Rangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....