Bupati Banyumas Dorong Penguatan Numerasi Siswa Sejak Sekolah Dasar

  • 08 Sep 2026 20:47 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Kemampuan numerasi menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Banyumas. Penguatan kemampuan siswa dalam memahami angka, informasi, penalaran, dan pemecahan masalah dinilai penting untuk menghadapi tuntutan pembelajaran di masa depan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat menghadiri Talkshow Sukses Tes Kemampuan Akademik (TKA) Jenjang SD di D'Garden Resto, Selasa (8/9/2026).

Sadewo mengatakan, TKA jenjang SD tidak hanya mengukur kemampuan membaca dan berhitung dasar. Tes tersebut juga diarahkan untuk melihat kemampuan peserta didik dalam memahami informasi, berpikir logis, serta menyelesaikan berbagai persoalan.

“Sebagai salah satu langkah strategis, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik jenjang SD dinilai menjadi instrumen penting yang memerlukan perhatian bersama dari seluruh pemangku kepentingan pendidikan,” ujarnya.

Menurut Sadewo, kemampuan numerasi perlu diperkuat sejak sekolah dasar karena menjadi salah satu fondasi penting dalam proses pembelajaran. Karena itu, hasil TKA nantinya tidak seharusnya hanya dipandang sebagai angka atau nilai akhir siswa.

Hasil pemetaan kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk melihat capaian pembelajaran sekaligus menentukan bagian yang masih perlu diperbaiki.

Sadewo meminta dinas pendidikan, kepala sekolah, dan guru memiliki pemahaman yang sama dalam mempersiapkan siswa menghadapi TKA. Pendampingan juga perlu dilakukan tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada peserta didik.

“Melalui ini, sinergi antara pihak dinas, kepala sekolah dan para guru diharapkan dapat menyamakan pemahaman, memperkuat kesiapan, serta memberikan pembekalan yang matang bagi para pendidik dalam mendampingi siswa menghadapi TKA,” ucapnya.

Di sisi lain, Sadewo mengingatkan bahwa kemampuan numerasi tidak berarti seluruh siswa harus memiliki kemampuan yang sama. Menurutnya, setiap anak memiliki bakat dan potensi berbeda sehingga hasil pemetaan akademik perlu digunakan secara proporsional.

“Setiap anak dipahami memiliki bakat dan potensi yang berbeda-beda, sehingga proses pemetaan kemampuan ini dilakukan tanpa memaksakan bidang tertentu kepada siswa yang memiliki keahlian di bidang lain,” tuturnya.

Ia menambahkan, peningkatan kemampuan dasar siswa membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk orang tua. Pendampingan di rumah dan sekolah dinilai penting agar siswa dapat mengembangkan kemampuan tanpa merasa terbebani.

“Dukungan dari para pendidik, dinas pendidikan, serta orang tua menjadi kunci utama dalam mengantarkan para siswa mengikuti TKA dengan optimal dan menampilkan kemampuan terbaik yang mereka miliki,” kata Sadewo.

Penguatan numerasi sejak jenjang SD diharapkan tidak hanya membantu siswa menghadapi TKA, tetapi juga membangun kemampuan berpikir logis dan memecahkan persoalan yang dibutuhkan dalam proses pendidikan selanjutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....