Banjoemas Heritage Week 2026 Hadirkan Jejak Kereta Uap
- 09 Sep 2026 08:19 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Banjoemas Heritage Week 2026 menghadirkan jejak sejarah perkeretaapian Banyumas Raya pada 10-13 September. Kegiatan tersebut dipusatkan di Hetero Space Purwokerto dengan mengangkat tema 130 Tahun SDS.
Banjoemas Heritage Week menjadi ruang untuk mengenalkan sejarah transportasi dan kekayaan arsip Banyumas. Kegiatan ini juga mempertemukan komunitas, pegiat sejarah, dan masyarakat.
Kurator pameran, Jatmiko Wicaksono, mengatakan pihaknya menghadirkan arsip perjalanan Serajoedal Stoomtram Maatschappij atau SDS. Pameran menampilkan arsip, gambar teknik, foto, surat, dan dokumentasi autentik.
“Ini puncak dari riset sejak tahun 2009 dan berhasil mengumpulkan sekitar 150 arsip,” kata Jatmiko. Koleksi tersebut akan mengajak pengunjung melihat perkembangan transportasi Banyumas pada masa lalu.
Jatmiko menyebut BHW 2026 menjadi momentum memperingati peninggalan SDS. Jalur tersebut pernah menjadi solusi transportasi dan mendorong perkembangan wilayah pada masanya.
Kehadiran Kereta Uap Lembah Serayu pada 1896 mencerminkan perkembangan teknologi transportasi. Perkembangan tersebut juga berkaitan dengan persaingan dagang dan peningkatan perekonomian masyarakat.
Rangkaian kegiatan dimulai Kamis (10/9/2026) dengan pembukaan pukul 19.00 WIB. Acara dilanjutkan pertunjukan tari dari Yayasan Lengger Bicara Banyumas.
Pengunjung juga dapat mengikuti tur galeri bersama kurator. Pameran arsip berlangsung setiap hari hingga Minggu (13/9/2026).
Sejumlah kegiatan pendukung disiapkan dalam bentuk diskusi, lokakarya, tur, dan jelajah sejarah. Agenda tersebut dirancang untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai sejarah Banyumas.
Pada Jumat (11/9/2026), digelar lokakarya Rebuild 3D Bangunan Heritage Stasiun SDS. Agenda lainnya meliputi Sharing Session: Cerita dari Leiden dan talkshow komunitas pecinta kereta api.
Sementara Sabtu (12/9/2026), peserta dapat mengikuti Jelajah Edisi SDS Land. Agenda lainnya mencakup workshop kepenulisan reportase dan History Creators Meet-Up 2026.
Talkshow mengenai warisan kereta api kolonial di daerah juga digelar pada hari tersebut. Rangkaian BHW 2026 kemudian ditutup pada Minggu (13/9/2026).
Agenda penutupan meliputi Playdate Hompimpaa “Dolanan Sepur” dan Vintage Travel Journaling. Kegiatan Play, Craft & Explore History juga menjadi bagian rangkaian penutup.
Malam penutupan diisi penganugerahan Kostha Sanggraha bagi pegiat arsip. Penghargaan tersebut diberikan kepada individu, komunitas, maupun lembaga yang konsisten menjaga sejarah lokal.
“Penghargaan ini ditujukan bagi mereka yang konsisten menjaga narasi sejarah lokalnya,” ujar Jatmiko. Ia berharap narasi sejarah lokal tetap hidup dan dikenal masyarakat.
Pertunjukan pantomim dan penampilan musisi blues Banyumas, Gendhit, turut memeriahkan kegiatan. BHW 2026 juga menjadi bagian dari Calendar of Event Banyumas 2026.
Jatmiko berharap BHW tidak sekadar menampilkan dokumen sejarah masa lalu. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi dan memperluas literasi sejarah masyarakat.
Dengan demikian, warisan sejarah Banyumas dapat terus dikenal dan dipelajari lintas generasi. Kegiatan ini juga membuka ruang pertemuan bagi berbagai komunitas yang memiliki perhatian terhadap sejarah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....