Polres Kebumen Bekali Siswa SMK dengan Literasi AI

  • 08 Sep 2026 16:37 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kebumen - Polres Kebumen memberikan pelatihan kecerdasan buatan atau AI kepada siswa SMK Pertambangan. Pelatihan tersebut menyasar siswa kelas X pada Senin (7/9/2026).

Kegiatan menjadi bagian dari program Polres Kebumen Paham AI. Program tersebut digelar bergilir di sejumlah sekolah di Kabupaten Kebumen.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan AI memudahkan produksi informasi. Karena itu, kemampuan kritis diperlukan untuk menyaring informasi digital.

“AI memberikan banyak manfaat, terutama untuk mendukung proses belajar,” kata Putu Bagus. Namun, teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk menghasilkan informasi yang tidak benar.

Menurut Putu Bagus, foto, video, suara, dan tulisan dapat dimanipulasi menggunakan AI. Konten tersebut bahkan dapat terlihat meyakinkan sehingga berpotensi menyesatkan masyarakat.

Pelajar kemudian didorong tidak terburu-buru mempercayai informasi dari media sosial. Mereka perlu memeriksa sumber dan membandingkan informasi dengan sumber lainnya.

“Di era AI, kita harus lebih kritis, bukan justru lebih mudah percaya,” ujarnya. Kemampuan menggunakan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi.

Program Polres Kebumen Paham AI sebelumnya menyasar sejumlah sekolah. Beberapa di antaranya SMA Pejagoan, SMK Negeri 2 Kebumen, dan SMA Negeri 1 Kebumen.

Pelatihan digelar secara berpindah setiap pekan dengan sasaran pelajar kelas X. Materi juga diarahkan untuk mencegah masyarakat terpapar arus informasi yang keliru.

Penyaringan informasi dinilai penting untuk mencegah persoalan hukum akibat penyebaran informasi bermasalah. Pelatihan juga mengenalkan potensi dampak penyebaran informasi terhadap ketentuan UU ITE.

Materi pelatihan mencakup etika penggunaan AI dan pemanfaatannya untuk belajar. Pelajar juga diajarkan cara memeriksa informasi, hoaks, serta deepfake.

Materi tersebut menggunakan metode Senopati Institut yang bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah. Program ini diharapkan membentuk pelajar yang lebih kritis menghadapi perkembangan teknologi AI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....