Teater Gethek Angkat Isu Lingkungan Lewat Pementasan "Berita Lelayu Edhon"
- 08 Sep 2026 16:12 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Teater Gethek akan mementaskan Berita Lelayu Edhon pada 22-23 September 2026. Pementasan tersebut menjadi bagian dari agenda Swaranging Banyumas 2026 di Aula FISIP UNSOED.
Pertunjukan disutradarai Edi Romadon atau Pak Edhon bersama Big Setyo. Pak Edhon juga terlibat sebagai salah satu aktor dalam pementasan tersebut.
Tim Humas Teater Gethek, Tegar, menjelaskan cerita pertunjukan bersifat fiktif. Kisahnya mengangkat kabar duka mengenai kematian Edhon dan anggota Teater Gethek.
“Berita Lelayu adalah berita duka atas meninggalnya Edhon dan teman-teman Gethek,” ujar Tegar. Cerita kemudian menggambarkan perjalanan para tokoh setelah kematian menurut pandangan Pak Edhon.
Kisah bermula ketika rombongan Teater Gethek melakukan perjalanan menuju Yogyakarta untuk pentas. Bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di Rawalo dan terjun ke Sungai Serayu.
Seluruh penumpang dalam cerita tersebut kemudian dikisahkan meninggal dunia. Cerita berlanjut dengan kehidupan para tokoh di alam kubur setelah kecelakaan.
Kisah tersebut menggambarkan pengalaman para tokoh setelah kematian. Perasaan kehilangan juga muncul ketika mereka tidak dapat bertemu orang-orang tercinta.
Koordinator Produksi Teater Gethek, Biyel, menjelaskan pemilihan Sungai Serayu memiliki alasan khusus. Sungai tersebut merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Banyumas.
Menurut Biyel, kondisi Sungai Serayu saat ini menghadapi berbagai persoalan lingkungan. Salah satunya berkaitan dengan banyaknya sampah yang berada di sungai.
“Karena kita mengambil tema Sungai Serayu, mungkin itu bisa dijadikan representasi,” kata Biyel. Ia menyebut kondisi Serayu saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan lingkungan.
Biyel juga mengingatkan peran Sungai Serayu bagi masyarakat Banyumas pada masa lalu. Sungai tersebut antara lain dimanfaatkan sebagai sumber pengairan masyarakat.
Kondisi Serayu kemudian menjadi bagian dari latar pementasan Berita Lelayu Edhon. Cerita menghubungkan persoalan lingkungan dengan kehidupan masyarakat Banyumas.
Pementasan 22 September diperuntukkan bagi tamu undangan. Sementara itu, pementasan 23 September terbuka bagi mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.
Setelah pertunjukan, penyelenggara akan menggelar diskusi budaya. Diskusi membahas naskah serta tema lingkungan dan kebudayaan dalam pementasan. (Rifda Saridewi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....