Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW yang Adil dan Amanah

  • 05 Sep 2026 18:24 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Umat Islam dihimbau untuk terus meneladani gaya kepemimpinan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun pemerintahan. Konsep kepemimpinan Islam menekankan pada pilar tanggung jawab dan pelayanan, bukan keistimewaan atau kekuasaan mutlak.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Hendro Kuncoro, S.Pt., dalam Dialog Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto Sabtu 5 September 20206. Dalam pemaparannya, beliau membandingkan tatanan kekuasaan pra-Islam seperti pada zaman Persia Kuno di mana para penguasa kerap menjalankan pemerintahan secara otoriter dan menuntut pelayanan penuh dari rakyat demi kepentingan pribadi.

Menurut Ustadz Hendro, Islam hadir untuk meruntuhkan tatanan yang zalim tersebut dan menggantinya dengan tatanan yang adil berlandaskan Al-Qur'an. Salah satu pijakan utamanya tertuang dalam Surah An-Nisa ayat 58, yang mewajibkan penyerahan amanah kepada yang berhak serta penegakan hukum secara adil.

“Kepemimpinan itu identik dengan tanggung jawab. Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar pula amanah yang harus dipikul. Rasulullah SAW mencontohkan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang melayani rakyatnya, bukan malah minta dilayani,” kata Ustadz Hendro.

Beliau menambahkan, untuk membangun tatanan masyarakat yang adil, diperlukan dua hal utama yaitu pendidikan jiwa (tarbiyah) dan aturan hukum yang tegas. Kombinasi keduanya akan membentuk karakter pimpinan dan masyarakat yang takut untuk berbuat zalim, meskipun memiliki kesempatan untuk melakukannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....