Setelah 18 Tahun Akhirnya Slank Kembali Gelar Konser di Purwokerto

  • 30 Agt 2026 14:25 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Setelah sekitar 18 tahun tidak menyambangi Purwokerto, grup musik legendaris Slank kembali menghibur para penggemarnya dalam konser Berani Kita Beda Tour HS Hey Slank di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (30/8/2026). Konser ini menjadi titik kesembilan dari rangkaian tur yang digelar di sejumlah daerah.

Kembalinya Slank ke Purwokerto menjadi momen istimewa bagi para Slankers dan masyarakat Banyumas. Drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi atau Bimbim, mengenang terakhir kali dirinya bersama Slank tampil di Purwokerto ketika putrinya, Tallulah Alami, masih berusia dua tahun. Kini, putrinya tersebut telah berusia 20 tahun.

“Jadi sudah 18 tahun nggak manggung di Purwokerto,” ujar Bimbim saat sesi jumpa pers sebelum konser.

Selain menghadirkan Slank sebagai penampil utama, konser Berani Kita Beda Tour HS Hey Slank juga dimeriahkan sejumlah musisi dari berbagai daerah. Mereka adalah Polkadots asal Purwokerto, FSTVLST, Karnamereka, dan Afterskema dari Yogyakarta, Preman Disco asal Bandung, serta Souljah dari Jakarta.

Sebelum konser dimulai, para personel Slank juga dijadwalkan mengikuti kegiatan riding bersama ratusan pengendara motor, khususnya anggota Paguyuban Sekuteris Banyumas Raya (Paseban Raya). Rombongan mengambil titik awal dari kawasan Jembatan Gerilya Soedirman dan berakhir di venue konser, GOR Satria Purwokerto.

Tak hanya menyuguhkan pertunjukan musik, konser tersebut juga melibatkan pelaku UMKM di sekitar lokasi acara. Sejumlah tenda disediakan bagi pelaku usaha untuk berjualan, termasuk bagi anggota komunitas Slankers melalui program Slankerspreneur.

Basis Slank, Ivan Kurniawan Arifin atau Ivanka, menjelaskan Slankerspreneur menjadi wadah bagi para Slankers yang tertarik mengembangkan usaha. Menurut dia, banyak Slankers yang telah membersamai perjalanan Slank selama lebih dari tiga dekade kini telah dewasa, memiliki keluarga, dan menjalankan berbagai kegiatan usaha.

“Slankers ini sudah membersamai lebih dari 30 tahun, saat ini usianya sudah dewasa, sudah punya anak, punya tanggung jawab. Tercetuslah ide ini, mereka berkreasi sesuai bakatnya masing-masing,” kata Ivanka.

Ia menyebut Slankerspreneur merupakan gerakan yang berkembang secara tidak terstruktur. Namun, melalui rangkaian konser tersebut, para Slankers yang memiliki usaha dapat memperoleh ruang untuk memperkenalkan dan menjual produk mereka.

Vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji atau Kaka, menyambut positif penyelenggaraan konser yang tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga melibatkan berbagai komunitas.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menilai kehadiran Slank menjadi gebrakan besar bagi Banyumas, khususnya Purwokerto. Ia mengatakan kegiatan berskala besar seperti konser musik turut menambah pilihan hiburan bagi masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi penyelenggaraan.

“HS masuk ke Purwokerto langsung membawa Slank. Biasanya kecil-kecil yang dibawa, ini yang dibawa langsung Slank, langsung ‘gajah’. Sejak saya jadi bupati, tahun 2024, minimal ada satu kali event tiap bulan, event apa pun,” kata Sadewo.

Konser Berani Kita Beda Tour HS Hey Slank di Purwokerto pun menjadi momentum yang telah lama dinantikan para Slankers. Setelah hampir dua dekade, band yang telah melahirkan banyak lagu populer tersebut akhirnya kembali mengguncang panggung Purwokerto, sekaligus menghadirkan ruang bagi musisi lintas kota, komunitas, dan pelaku UMKM untuk ikut merasakan geliat sebuah konser besar di Banyumas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....