Semarak Selaras 2026, Satukan Ekonomi Syariah dan Festival Literasi
- 28 Agt 2026 16:00 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Bank Indonesia (BI) Purwokerto kembali menyelenggarakan Selaras (Semarak Festival Ekonomi Keuangan Syariah) yang tahun ini berkolaborasi dengan Festival Literasi 2026 di Banyumas Raya. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi masyarakat untuk mengenal ekonomi dan keuangan syariah sekaligus memperkuat literasi secara lebih luas dan inklusif.
Rangkaian Selaras X Festival Literasi 2026 yang berlangsung pada 4–6 September 2026 di area parkir Kolam Retensi Purwokerto menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan hiburan. Pengunjung dapat mengikuti talk show literasi keuangan dan pembiayaan syariah, menjelajahi bazar buku dalam program Jelajah Literasi, serta menyaksikan lomba dakwah dan hadroh.
Ada pula Kris Wakaf Fishing yang biaya pendaftarannya didonasikan untuk wakaf, konsultasi perbankan syariah bersama Asbisindo, hingga hiburan berupa gebyar selawat bersama Gus Mabni Rohana atau Gus Ahong, tablig akbar bersama Ustaz Hilman Fauzi, penampilan Letto, dan bincang inspiratif bersama Aisyah Dahlan.
Kepala Unit KPwBI Purwokerto, Lintang Anggraeni, mengatakan Selaras telah memasuki penyelenggaraan tahun ketiga. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa dan Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF), sekaligus menjadi upaya memperkuat ekosistem halal dan ekonomi syariah di wilayah Banyumas Raya.
Menurut Lintang, kolaborasi dengan Festival Literasi dilakukan agar edukasi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan ekonomi syariah, tetapi juga literasi secara umum.
“Di tahun ini memang kegiatan Selaras kami kolaborasikan dengan festival literasi. Jadi, literasi ini bukan hanya literasi dari sisi ekonomi syariah saja, tapi juga secara umum,” ujarnya dalam dialog interaktif Pro 1 RRI Purwokerto, Kamis (27/08/2026).
Selain menghadirkan kegiatan festival, BI Purwokerto mendorong UMKM agar mampu berkembang melalui program onboarding UMKM. Pelaku usaha mendapatkan pelatihan dan pendampingan selama tiga hingga lima bulan untuk masuk ke ekosistem digital, termasuk pemanfaatan marketplace dan pembayaran digital.
“Kita biasanya aktivitasnya sekitar 3 sampai 5 bulan, UMKM kami bootcamp untuk mereka bisa berkenalan dengan marketplace, bagaimana strateginya, kemudian juga termasuk dari sisi pembayaran digitalnya,” jelas Lintang.
Analis Yunior KPwBI Purwokerto, Muhamad Ihwan Cahyono, mengatakan pendampingan juga diarahkan agar UMKM mampu memperluas pasar.
“Kita sudah latih UMKM untuk Go Global, Go Ekspor, dan juga Go Digital,” kata Ihwan.
Menurut Ihwan, ekonomi syariah yang diperkenalkan melalui Selaras bersifat inklusif dan dapat diikuti seluruh masyarakat.
“Namanya festival ekonomi syariah, padahal sebenarnya syariah itu enggak harus untuk muslim, tapi semuanya itu inklusif. Jadi untuk semua masyarakat, baik muslim maupun nonmuslim, itu boleh silakan bergabung,” jelasnya. (Fauziyah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....