Polres Kebumen Bekali Siswa SMAN 1 Kebumen Hadapi Banjir Informasi AI

  • 28 Agt 2026 07:20 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kebumen - Polres Kebumen memberikan literasi kecerdasan buatan atau AI kepada siswa SMAN 1 Kebumen. Pelatihan tersebut membekali pelajar menghadapi derasnya informasi digital yang semakin mudah dibuat menggunakan teknologi AI.

Kegiatan berlangsung Kamis (27/8/2026) dan diikuti seluruh siswa kelas X. Program tersebut merupakan bagian dari Polres Kebumen Paham AI yang digelar secara bergiliran.

Program Polres Kebumen Paham AI berada di bawah naungan Senopati Institut. Pelaksanaannya juga berkolaborasi dengan Polda Jawa Tengah untuk memperkuat literasi digital pelajar.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna mengatakan perkembangan AI memberikan manfaat sekaligus tantangan. Pelajar perlu memahami risiko informasi yang dibuat menggunakan teknologi tersebut.

“Pelajar harus memahami bahwa tidak semua informasi yang mereka lihat di media sosial adalah benar,” kata I Putu Bagus.

Menurutnya, AI kini mampu menghasilkan foto, video, suara, dan tulisan yang meyakinkan. Kondisi tersebut membuat kemampuan berpikir kritis semakin penting bagi pelajar.

Pelajar diminta memeriksa sumber dan membandingkan informasi sebelum mempercayai sebuah konten. Kebiasaan tersebut juga diperlukan sebelum membagikan informasi kepada orang lain.

“Jangan hanya karena kontennya terlihat nyata kemudian langsung dipercaya. Di era AI, kita harus semakin kritis,” ujarnya.

Polres Kebumen juga mendorong pelajar memanfaatkan AI untuk kegiatan positif. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan kemampuan diri.

“Kami ingin anak-anak muda ini mampu memanfaatkan AI untuk hal-hal positif, terutama untuk belajar,” ucap I Putu Bagus.

Salah seorang siswa, Rifaldi, menilai pelatihan tersebut penting bagi pelajar. Menurutnya, teknologi AI membuat pembuatan informasi palsu semakin mudah dilakukan.

“Pelatihan ini sangat penting karena sekarang banyak informasi hoaks yang dibuat menggunakan AI,” kata Rifaldi.

Program serupa sebelumnya berlangsung di SMA Pejagoan dan SMK Negeri 2 Kebumen. Trainer Polres Kebumen kemudian berpindah sekolah setiap pekan untuk memberikan edukasi.

Materi pelatihan mencakup pengenalan AI dan etika penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Pelajar juga mempelajari pencegahan hoaks, teknik membuat prompt, informasi palsu, dan deepfake.

Melalui program tersebut, Polres Kebumen mendorong pelajar menjadi pengguna teknologi yang kritis. Literasi AI diharapkan membantu generasi muda memanfaatkan teknologi secara aman, positif, dan bertanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....