Makna Maulid Nabi bagi Generasi Muda di Tengah Perubahan Zaman

  • 25 Agt 2026 18:27 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dinilai tetap relevan bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan media sosial. Momentum Maulid tidak hanya dipandang sebagai perayaan tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali memahami keteladanan Nabi Muhammad SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Generasi muda, Alan Muzaki, mengatakan Maulid Nabi menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa cinta dan syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

"Makna peringatan Maulid Nabi yaitu kecintaan kita merayakan hari kelahiran orang besar, orang agung, orang yang dicintai umat Muslim dari seluruh dunia," tuturnya

Menurut Alan, perkembangan media sosial juga dapat dimanfaatkan generasi muda untuk mengenalkan kembali nilai-nilai keteladanan Nabi kepada masyarakat luas. Namun, penerapannya tidak cukup hanya melalui media sosial.

Ia menilai generasi muda perlu menunjukkan akhlak Nabi melalui perilaku nyata, seperti menghormati orang tua, bersedekah, berselawat, dan menjaga sikap rendah hati.

Sementara itu, Raida Sulistya menilai Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperkuat kembali kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

"Ini adalah momen penting buat recharge atau isi ulang rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW, bukan cuma mengenang namanya saja, tapi kita menjadikan beliau sebagai cerminan dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari," ucap Raida

Raida menilai keteladanan Nabi semakin penting diterapkan di tengah penggunaan media sosial. Menurutnya, sikap jujur dan dapat dipercaya menjadi nilai yang perlu diperkuat oleh generasi muda dalam berinteraksi di ruang digital.

Ia juga mengingatkan generasi muda untuk menerapkan prinsip menyaring informasi sebelum membagikannya di media sosial.

"Kita sebagai generasi muda yang melek digital seharusnya tahu tentang etika penggunaan media sosial itu sendiri," katanya

Raida menilai sebagian generasi muda masih memandang Maulid sebagai tradisi tahunan. Namun, tradisi tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan nilai Islam secara lebih dekat dengan kehidupan anak muda.

Menurutnya, kegiatan Maulid dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, kerukunan, dan kekeluargaan. Nilai tersebut kemudian dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi di tengah perubahan zaman tidak hanya mempertahankan tradisi. Momentum tersebut dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk memahami keteladanan Nabi Muhammad SAW dan menerapkannya dalam kehidupan nyata maupun ruang digital. (Ilham Falih Qushoyyi).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....