Festival Kuliner Kebumen Catat Omzet Rp1,06 Miliar Selama Enam Hari

  • 25 Agt 2026 15:19 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Kebumen — Festival Kuliner Kebumen 2026 mencatat omzet Rp1.062.978.500 selama enam hari penyelenggaraan, 18–23 Agustus 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari Kebumen Fest 2026 tersebut melibatkan 54 tenant UMKM di area parkir barat Alun-Alun Pancasila, Kebumen.

Transaksi menunjukkan tren peningkatan sejak hari pertama. Pada Selasa (18/8), omzet tercatat Rp58.158.500, kemudian meningkat menjadi Rp120.123.500 pada Rabu (19/8), Rp159.024.000 pada Kamis (20/8), dan Rp188.834.000 pada Jumat (21/8).

Puncak transaksi terjadi pada Sabtu (22/8) dengan omzet Rp272.992.500. Sementara pada hari terakhir, Minggu (23/8), transaksi masih tinggi dengan capaian Rp263.846.000. Jika ditotal, 54 tenant membukukan omzet lebih dari Rp1 miliar selama festival berlangsung.

Selain Festival Kuliner, kegiatan Kebumen Fest 2026 juga mencatat transaksi dari Kapal Mendoan sebesar Rp89.377.000. Dengan demikian, total omzet dari kedua kegiatan tersebut mencapai Rp1.152.355.500. Angka tersebut belum termasuk transaksi para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan Alun-Alun Pancasila selama festival.

Festival Kuliner Kebumen 2026 resmi dibuka Bupati Kebumen Lilis Nuryani pada Selasa (18/8). Sebanyak 54 pelaku usaha kuliner yang telah melalui proses verifikasi dan kurasi hadir menawarkan beragam makanan dan minuman, mulai dari soto, nasi penggel, nasi kebuli, nasi goreng, bakso, seblak, hingga es teler, kopi, dimsum, jenang, dan susu kedelai.

Bupati Lilis Nuryani mengatakan festival tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung sekaligus mempromosikan produk UMKM lokal. Menurutnya, tingginya transaksi selama festival menunjukkan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari sektor kuliner daerah.

"Festival Kuliner Kebumen 2026 ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan serta mempromosikan produk-produk unggulan pelaku UMKM lokal agar semakin dikenal luas oleh masyarakat. Kami berharap ajang ini tidak hanya memanjakan lidah para pecinta kuliner, tetapi juga mampu mendongkrak perekonomian daerah," ujar Lilis.

Kepala Disperindag KUKM Kebumen Haryono Wahyudi menjelaskan, seluruh tenant telah melalui proses verifikasi dan kurasi dengan mempertimbangkan masukan masyarakat. Pemkab juga memberikan fasilitas tempat berjualan secara gratis sehingga pelaku UMKM tidak dibebani biaya sewa selama festival.

Salah satu pelaku UMKM, Samsul, pemilik Es Teler So Sweet, mengapresiasi kebijakan tersebut. Menurutnya, fasilitas gratis membantu pelaku usaha mempertahankan harga produk agar tetap terjangkau bagi konsumen.

"Kami tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Karena tidak ada beban biaya sewa tempat, harga jual produk kepada konsumen bisa tetap sama dan terjangkau," ungkap Samsul.

Sementara itu, Riyanto (46), pengunjung festival, mengapresiasi konsep yang menghadirkan puluhan kuliner dalam satu lokasi. Ia berharap Festival Kuliner Kebumen dapat kembali digelar secara rutin karena memudahkan masyarakat menikmati berbagai makanan khas daerah.

"Di sini saya bisa sarapan nasi penggel, sambil minum kopi buatan Bara Cafe, sekaligus makan Jenang Srintil Mba Suci, kapan lagi kalau nggak di Festival Kuliner Kebumen," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....